Tandaseru – Sejumlah hewan ternak seperti kambing dan sapi, hingga anjing liar tampak bebas berkeliaran di pusat kota Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Kondisi ini mulai meresahkan warga dan pengguna jalan karena dinilai mengganggu keindahan kota serta mengancam keselamatan berlalu lintas.

Berdasarkan pantauan, Minggu (7/6/2026), hewan-hewan tersebut kerap terlihat di fasilitas umum. Di Taman Kota Daruba dan kawasan pasar CBD, kawanan kambing hampir setiap hari berkeliaran dan mengganggu kenyamanan warga yang sedang bersantai. Sementara itu, anjing liar lebih banyak ditemukan berkeliaran di jalanan umum, salah satunya di kawasan Desa Darame.

Keluhan ini disampaikan Ardi, warga Kecamatan Morotai Timur. Ia menyatakan, sebaran hewan liar tersebut sudah sangat mengganggu estetika dan ketertiban fasilitas publik.

“Mulai dari kambing, sapi, terus anjing berkeliaran di mana-mana. Kalau kambing banyak berkeliaran di pasar CBD dengan Taman Kota Daruba, terus kalau anjing di jalan Desa Darame,” ungkap Ardi,.

Senada dengan Ardi, seorang pengendara roda dua bernama Arno juga mengeluhkan dampak buruk dari pembiaran hewan-hewan tersebut. Menurutnya, kehadiran hewan di jalan raya—terutama anjing pada malam hari—sangat memicu risiko kecelakaan lalu lintas. Ia pun mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai segera mengambil tindakan tegas.

“Kambing, sapi berkeliaran, yang berbahaya itu anjing saat di malam hari. Jadi kami berharap Pemda perintah Satpol PP supaya mereka tangkap kambing dan anjing,” tegas Arno.

Warga dan pengguna jalan berharap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pulau Morotai dapat lebih intens melakukan patroli dan menertibkan hewan-hewan liar tersebut demi menjaga ketertiban kota.

Hingga berita ini diturunkan, Plt Kepala Satpol PP Pulau Morotai, Akri Wijaya, yang dikonfirmasi terkait keluhan warga tersebut belum memberikan tanggapan resmi.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter