Tandaseru – Kelompok Penerima Bantuan (KPB) Demplot binaan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Desa Taboso, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, sukses menggelar panen perdana padi sawah, Senin (1/6/2026).
Pada panen perdana ini, kelompok tani setempat berhasil mengamankan sekitar 800 kilogram gabah kering yang dipanen secara parsial dari sebagian lahan demplot.
Ketua KPB Taboso, Aminadab Gam, menjelaskan hasil 800 kg gabah kering tersebut diperoleh dari 24 karung padi yang dipanen di 3 petak lahan berukuran 25×25 meter. Dari total keseluruhan 13 petak lahan demplot yang dikelola kelompoknya, masih tersisa 10 petak lagi yang siap dipanen dalam beberapa hari ke depan.
“Puji Tuhan hari ini torang (kami, red) bisa panen perdana dari Kelompok Demplot Taboso. Ini baru permulaan, mudah-mudahan ke depan hasil torang bisa lebih banyak lagi,” ungkap Aminadab.
Kegiatan demplot di Desa Taboso ini merupakan bagian dari realisasi Program TEKAD Tahun 2025. Dalam program ini, setiap desa penerima manfaat mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp100 juta untuk satu kegiatan demplot. Di wilayah Halmahera Barat sendiri, tercatat ada 41 desa yang menerima suntikan anggaran tersebut.
Koordinator TEKAD Kabupaten Halmahera Barat, Amin Raden, memberikan apresiasi atas capaian KPB Taboso. Menurutnya, hasil ini menjadi bukti nyata bahwa pendampingan Program TEKAD mampu mendorong produktivitas sektor pertanian di tingkat desa.
Amin menambahkan, pihaknya saat ini tengah mendorong agar BUMDes Taboso dapat lolos seleksi Dana Investasi Fund (IF) Program TEKAD Tahun 2026.
“Dana IF tersebut nantinya akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pascapanen, seperti pengadaan mesin pengering dan mesin penggiling padi. Tujuannya agar proses pascapanen lebih mudah dan terintegrasi langsung dengan kegiatan demplot,” jelas Amin.
Di sisi lain, Fasilitator Kecamatan, Farjihan AM Ngofangare, mengingatkan pentingnya langkah keberlanjutan pascaproduksi ini. Ia menekankan, penguatan pada manajemen pascapanen, menjaga kualitas beras, serta pembukaan akses pasar yang luas menjadi kunci utama agar usaha padi sawah di Desa Taboso dapat mandiri secara jangka panjang.
“Misi besar dari kegiatan demplot ini adalah terciptanya media pembelajaran, terutama bagi sesama masyarakat petani di desa,” kata Farjihan.
Dengan sisa 10 petak lahan yang belum dipanen, potensi total hasil gabah di KPB Taboso diproyeksikan akan meningkat signifikan. Keberhasilan Desa Taboso ini juga diharapkan menjadi pemantik semangat bagi 40 desa penerima manfaat demplot lainnya di Halmahera Barat untuk mengoptimalkan serapan dana TEKAD.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.