Oleh: Aldi Soamole

Wisudawan Universitas Khairun Ternate

________

TULISAN ini menyiratkan air mata yang sulit dicegah. Jiwa terkuras karena di baliknya terdapat perjalanan yang luar biasa, kini nyata. Ini berkisah tentang wisuda, yang bukan hanya keinginan pribadi, melainkan juga orang tua dan sesama calon wisudawan. Hingga saat ini, perjalanan ini telah membutuhkan tekad dan doa untuk menghadapinya. Meraih gelar ini tidaklah mudah; melihat teman seangkatan lulus lebih dulu hampir membuat saya menyerah.

Perjalanan dimulai dengan penyusunan proposal yang penuh semangat, meskipun ada rasa keraguan. Setiap hari saya mencari referensi dan berkomunikasi dengan dosen pembimbing. Sampai pada skripsi, air mata hampir menyerah, tetapi saya berhasil berkat dukungan orang tua dan teman-teman.

Mulai membayangkan pada 9 September 2023 nanti, wisuda di Universitas Khairun Ternate. Akan ada air mata bahagia papa dan mama. Pesan untuk yang akan menempuh perjalanan yang sama, tetap semangat, jangan menyerah, doa dan usaha adalah kunci kesuksesan. Kurangi gangguan, fokus pada tujuan akademik.

Masih membekas di ingatan pesan papa saat berangkat dari kampung untuk menempuh pendidikan: “Pulanglah dengan ijazah, jangan kecewakan Papa.” Demi cita-cita, saya berangkat dengan doa.

Mama berpesan agar menjaga diri di daerah orang, dan tangan mereka yang melambai saat kapal berangkat tak akan terlupakan. Saya menyadari bahwa momen ini, dengan air mata campur senyuman, lebih berharga dari uang. Ketika saya mengirimkan sebuah undangan digital ke senior saya yakni Sofyan A Togubu, ada pesan penuh makna bahwa “jika momen itu teman-teman dengan air mata maka kamu basahi dengan aksara,” ia membuat saya berpikir bahwa tidak semua hadiah adalah uang melainkan juga tulisan.