“Kita tidak punya tendensi apapun untuk membangun fasilitas ini. Apa yang dibagun ini adalah meneruskan donasi perorangan maupun lembaga yang membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kali ini kami teruskan donasi Bank Indonesia Ternate untuk masyarakat di Pulau Mayau,” jelasnya.

Besa Macahaya sebagai lembaga yang concern di bidang ini melihat penting membangun sarana ini di wilayah yang sangat membutuhkan air. Fasilitas memanen air hujan ini menjadi sumber air alternatif ketika sumber air utama menghadapi masalah.

Pria yang juga berprofesi sebagai ASN itu merupakan salah satu tokoh penting penggerak panen air hujan yang ada di Maluku Utara. Di kecamatan Batang Dua sebelumnya sudah dibangun 4 unit di Pulau Tifure dan baru saja 2 unit di Pulau Mayau. Artinya di kecamatan ini ada 6 unit IPAH telah terbangun.

Sebenarnya di pulau ini masih banyak kelurahan lain sangat membutuhkan untuk dibangun sarana ini. Hal ini mengingat di dua pulau di Kecamatan Batang Dua selain berada di daerah terluar juga pulau kecil dan menghadapi masalah serius dalam penyediaan air bersih.

“Kita berharap ke depan masih ada lembaga atau perorangan yang berdonasi sehingga semakin banyak dibangun untuk wilayah atau pulau yang menghadapi masalah serius penyediaan air bersih saat ini,” tandas Zulkifli.