Tandaseru — 6 unit instalasi pemanenan air hujan (IPAH) telah terbangun di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara. Gerakan ini diberi nama Besa Macahaya atau dalam bahasa Ternate berarti cahaya hujan.

Besa Macahaya adalah sebuah komunitas dan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam gerakan panen air hujan. Gerakannya dinamai Sedekah Air Hujan. Lembaga ini sudah membantu warga di beberapa pulau di Maluku Utara.

Sampai saat ini, Besa Macahaya sudah membangun kurang lebih 47 unit IPAH, baik di Pulau Ternate, Pulau Kayoa, Pulau Moti, Pulau Hiri, dan Pulau Tifure. Terbaru, sasaran gerakan ini adalah membantu masyarakat di pulau Mayau, Kecamatan Batang Dua.

Di pulau ini, melalui lembaga yang diinisiasi Zulkifli tersebut, membangun dua unit IPAH di Kelurahan Mayau dan Bido. Pembangunannya ditempatkan di beberapa sarana umum seperti sekolah dan geraja.

“Gerakan ini kami namakan sedekah air hujan di pulau kecil dan terluar,” jelas Zulkifli di sela-sela kegiatan pemasangan IPAH di desa Bido Minggu (27/8) lalu. Di Mayau dua instalasi itu dibangun di SD GPM Mayau dan satu unitnya di Gereja Pantekosta Desa Bido.

Penempatan fasilitas pemanenan air hujan ini, menurut Zulkifli, karena pertimbangan menjadi sarana umum dan bisa dimanfaatkan masyarakat banyak. Selain itu, untuk desa Bido dilihat juga kondisi masyarakat saat ini yang kesulitan air karena rusaknya pompa salah satu sumber utama air warga.