“Ambarlian justru mengaku terkejut setelah tahu bahwa dia dikabarkan menjadi korban penculikan yang beredar di medsos,” jelas Totok.

Meski demikian, kata Totok, Ambarlian mengaku cerita ke neneknya bahwa pernah saat pulang sekolah ada yang mengajak dia naik motor untuk diantar pulang ke rumah. Namun dia menolak karena tidak kenal dengan orang yang mengajaknya.

“Ambarlian menjelaskan kejadian tersebut sudah terjadi sekitar 1 bulan yang lalu,” aku Totok.

Sebelumnya, isu penculikan anak di Kabupaten Pulau Taliabu semacam ini telah ditanggapi Kapolres. Ia menghimbau masyarakat agar tidak terlalu panik dengan isu penculikan anak yang beredar di media sosial.

“Dengan isu penculikan anak agar masyarakat tidak terlalu panik,” ujar Totok, Sabtu (28/1).