Tandaseru — Maraknya unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi membuat Rektor Uni Khairun Ternate, Maluku Utara, angkat bicara.

Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum berpesan agar para mahasiswa mengedepankan ketertiban saat menyuarakan aspirasinya.

“Kita tidak menyatakan dukungan (terhadap demo) tetapi kita juga tidak melarang karena itu hak mahasiswa dan kita cuma bermohon jangan lakukan hal-hal anarkisme di jalan dan kerusakan fasilitas,” tegasnya, Jumat (9/9).

Ditanya terkait sikapnya atas kenaikan harga BBM, Ridha mengatakan keputusan menaikkan harga dan alasannya sudah dijelaskan oleh pemerintah.

“Saya mau dorong adalah kenaikan ini sudah dilakukan, mari kita kawal benar apakah BBM disubsidi itu tepat sasaran atau tidak sehingga kita berharap tidak ada lagi orang-orang menjual kembali BBM bersubsidi itu ke masyarakat dengan biaya jauh lebih tinggi dari yang normal,” tandasnya.