Benturan kepentingan yang kompleks, politik identitas ikut terbawa-bawa menjembatani narasi-narasi politik. Dalam ruang lingkup multikulturalisme, khususnya di Indonesia yang masih menjadi negara berkembang, praktik politik identitas ini sangat rentan. Bayangkan dari ratusan suku, kepercayaan, dan budaya, berapa banyak potensi pengorganisasian politik identitas ini? lalu siapa yang diuntungkan? Adalah mereka yang mendulang suara dari kelompok masyarakat terbanyak yang biasanya tidak begitu paham soal politik atau justru rela menggadaikan semua kepentingannya demi isu politik yang mencuat di antara komunitas mereka.

Di saat politik identitas mewarnai setiap kompetisi politik di bangsa ini, maka di waktu yang sama pula kaum-kaum minoritas akan merasa termarginalkan dalam mengusung kepentingannya. Benturan kepentingan yang berujung pada konflik sosial yang sudah tentu mengubur harapan kita sebagai bangsa yang modern dan demokratis.

Mengutuk Narasi Politik Identitas

Desintegritas bangsa dapat dipicu oleh hal-hal yang bernuansa suku, agama, dan ras. Karenanya untuk menjembatani semua, kita membutuhkan manusia-manusia yang berjiwa negarawan untuk merawat ke-bhineka-an Indonesia.

Pendidikan politik yang baik, menghindari berita bohong (hoax), melarang ujaran kebencian, dan menolak politisasi SARA adalah cara terbaik dalam menerangi Indonesia untuk terus hidup dan merdeka di setiap jengkal tanah pertiwi. Sudah sepantasnya semua anak bangsa menyatakan tidak pada politik identitas yang hanya memperburuk wajah Indonesia yang selama ini hidup rukun diatas ragam budaya, agama dan suku.

Politik identitas adalah momok yang menakutkan bagi setiap generasi Indonesia yang harus sama-sama kita kutuk. Kita bisa membayangkan bagaimana sejarah menceritakan betapa hebatnya para pejuang dan rakyat Indonesia dahulu yang bukan karena satu suku dan satu agama mereka berjuang mengusir penjajah dan mempertahankan Merah Putih untuk terus mengangkasa. Kita berbangga bahwa dari semua perbedaan yang dimiliki Indonesia maka lahirlah persatuan.