Oleh: Munawar Wahid

Anggota Bawaslu Kabupaten Halmahera Tengah

______

POLITIK sebagaimana khayalak mengucapkan adalah sebuah siasat, perang strategi, kebijakan, juga kepentingan. Politik menjadi jalan panjang setiap manusia untuk meraih dan mempertahankan kepentingan kekuasaannya, baik secara individu maupun kelompok. Lalu bagaimana politik bekerja? setiap orang memiliki cara menafsirkan politik dan kekuasaan saat merebut atau mempertahankan eksistensinya.

Menurut Max Weber, politik (kekuasaan) adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara. Max Weber melihat negara dari sudut pandang yuridis formal yang statis. Negara dianggap memiliki hak memonopoli kekuasaan fisik yang utama.

Selanjutnya Robson mengemukakan politik (kelembagaan) adalah kegiatan mencari dan mempertahankan kekuasaan ataupun menentang pelaksanaan kekuasaan. Kekuasaan sendiri adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain, baik pikiran maupun perbuatan agar orang tersebut berpikir dan bertindak sesuai dengan orang yang mempengaruhi.

Beberapa peran politik dikemas dalam berbagai isu yang dianggap strategis dan aksinya cenderung menuai reaksi dipihak lawan tanding. Para kompetitor gencar mengolah strategi guna menarik simpati orang lain. Visi dan Misi dipoles sebagai pikiran untuk mencapai tujuan politik. Pada hakikatnya politik dan kekuasaan membutuhkan simpati rakyat yang itu diperlukan rasionalitas sebagai pengejawantahan legitimasi kekuasaan.

Menurut Robert A Dahl, pada sebuah negara demokasi tantanganya adalah apakah dan bagaimana praktik dan lembaga demokratis dapat diperkuat atau sebagaimana dikemukakan oleh beberapa pakar politik, dikonsolidasikan sehingga dapat bertahan terhadap ujian waktu, konflik politik dan krisis.