Sementara Ai Rasta, pemain Rababu yang cukup eksis memainkan alat tersebut menyampaikan alat musik rababu memang sudah banyak memberikan pengalaman batin. Salah satunya adalah menguji kesabaran.
“Sudah 20 tahun alat ini menemani, tampil dalam berbagai pementasan. Meskipun demikian saya selalu berhati-hati, karena rababu dipercaya sebagai alat yang cukup sakral bagi sebagian orang Tidore,’’ tuturnya.
Lebih jauh, untuk kesiapan FMTI memang sudah cukup memberanikan diri untuk terlibat dalam kegiatan ini.
“Apalagi ini adalah musik tradisi, jadi ada kolaborasi lintas musik. Kesiapan perlu agar kami tahu bagaimana musik tradisi kolaborasi ini bekerja. Harapan kami event ini bisa dinikmati oleh masyarakat Tidore khususnya,’’ pungkasnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.