“Demikian halnya IPM, Halsel sebagaimana kabupaten lain masih berada pada posisi kategori sedang di atas 60. Dengan demikian klaim Halsel sebagai daerah terpuruk menurut saya tidak menemukan landasan pijak yang akurat alias prematur,” ujar Nurdin.

Ia menambahkan, ke depan yang diperlukan adalah kebijakan-kebijakan ekonomi daerah yang berdampak pada peningkatan pendapatan per kapita masyarakat utamanya fokus pada sektor basis pertanian dan perikanan, pengembangan sentra produksi kecamatan sehingga bisa mendongkrak kesejahteraan petani.

“NTP yang naik menggambarkan kesejahteraan petani makin meningkat. Saya dalam posisi hanya meluruskan anggapan yang berkembang. Menurut saya, klaim terkait Halsel terpuruk terlalu berlebihan, mestinya sandaran riset yang lebih akademik yang bisa dijadikan argumen dasar untuk menilai pencapaian pembangunan di Halsel. Ada fenomena seperti yang dikemukakan, ada baiknya lewat kajian atau riset yang dapat dipertanggungjawabkan, tidak dengan opini yang abai dengan pendekatan akademik,” paparnya.

“Secara objektif kita mesti memberi kesempatan kepada Pemerintah Halsel saat ini untuk bekerja, membenahi kebijakan dan program yang mereka lakukan untuk melakukan percepatan pembangunan daerahnya,” pungkas Nurdin.