Sekilas Info

Lumpur Setinggi 2 Meter di Bibir Pantai, Warga Halmahera Timur Demo Antam

Kapita Sangaji, Ibrahim Haruna (kiri) saat menyampaikan tuntutan massa aksi kepada perwakilan perusahaan dan DPRD Halmahera Timur. (Tandaseru/Yudhi Salam)

Tandaseru -- Sejumlah warga Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, menggelar aksi di lokasi pertambangan Moronopo milik PT Aneka Tambang, Rabu (7/4).

Pasalnya, warga menilai Antam tak serius menangani limbah pertambangan yang menyebabkan pesisir pantai di sekitar situ dipenuhi lumpur setinggi 2 meter.

Aksi ini dipimpin Kapita Sangaji Maba Haltim, Ibrahim Haruna. Aksi ini dipicu keresahan masyarakat yang menuding Antam mencemari lingkungan dengan limbah tambangnya.

"Karena lokasi pertambangan ini yang bisa dibilang sudah beraktivitas bertahun-tahun, namun hingga saat ini dalam penanganan pencemaran lingkungan tak ada keserisusan dari pihak Antam Itu sendiri," ucap Udin, salah satu massa aksi.

Massa aksi menceburkan diri ke dalam lumpur di pesisir pantai sebagai bentuk protes terhadap penanganan limbah PT Antam. (Istimewa)

Massa aksi juga menuntut aktivitas pertambangan di Moronopo dihentikan sebelum membenahi pencemaran lingkungan di lokasi tersebut.

“Masalah lingkungan di Moronopo ini sudah berjalan puluhan tahun. Jadi kami masyarakat yang hadir ini berharap agar jangan dianggap masalah sepele, karena saat kami menyebur di pantai lumpurnya 2 meter lebih. Itu artinya lokasi pertambangan ini sudah harus dipindahkan, mengingat lokasi pertambangan PT Antam itu luas,” sambung Udin.

Sementara itu, Kapita Sangaji, Ibrahim Haruna di hadapan anggota DPRD Haltim dan pihak perusahaan yang saat itu juga turun langsung mengecek lokasi mengatakan, melihat limbah di lokasi pertambangan Moronopo yang selama ini tak ditangani, pemerintah dan DPRD diharapkan apat melakukan langkah-langkah mengatasi limbah yang sudah menumpuk di pantai.

“Jadi coba pemerintah dan DPRD memperhatikan limbah ini, karena ini soal kebutuhan hidup masyarakat Haltim,” tegasnya.

Massa aksi juga berjanji akan mengawal terus proses pembenahan pencemaran lingkungan. Jika hal ini tidak diindahkan dengan serius oleh PT Antam maka akan dilakukan pemboikotan di lokasi pertambangan tersebut.

Penulis: Yudhi Salam
Editor: Sahril Abdullah