Sekilas Info

Bupati Morotai Absen, Sidang Pengrusakan Mabes Ditunda

Warga menyaksikan sidang kasus pengrusakan kediaman Bupati Morotai. (Tandaseru/Irjan)

Tandaseru -- Sidang lanjutan pengrusakan kediaman Bupati Pulau Morotai, Maluku Utara digelar Jumat (16/10). Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan Pelapor itu terpaksa ditunda lantaran Bupati Benny Laos selaku Pelapor tak hadir.

Hakim Ketua Rahmat Lahasa sempat menanyakan keberadaan Bupati. Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun mengaku sudah melakukan pemanggilan.

"Kami sudah panggil, tapi yang bersangkutan tidak hadir, karena berada di luar daerah," ucap Jaksa.

Mendengar Bupati tidak hadir Hakim lantaran memerintahkan JPU menghadirkan Bupati selaku Pelapor atau korban di agenda sidang selanjutnya.

Salah satu Terdakwa, Rinto, juga meminta hakim menghadirkan Bupati.

"Izin Pak Hakim, kami harap Lak Bupati juga hadir dalam sidang," pintanya.

Permintaan Rinto dikabulkan Hakim. Hakim pun mewajibkan Bupati hadir dalam persidangan selanjutnya.

"Saya tutup sidangnya, dan sidang akan dilangsungkan kembali pada, Senin (19/10) dan akan dilaksanakan secara virtual," tuturnya Rahmat.

Bupati Benny Laos yang dikonfirmasi soal ketidakhadirannya dalam sidang belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.

Sekadar diketahui, kasus pengrusakan kediaman Bupati terjadi saat ratusan warga Morotai menggelar unjuk rasa 2019 lalu di kediaman Bupati yang terletak di Desa Yayasan. Demo kala itu untuk memprotes dugaan pembaptisan ratusan siswa oleh lembaga YBSN di Pantai Army Dock.

Bupati yang tidak terima kediamannya dirusak massa lantas membawa persoalan ini ke ranah hukum. Tiga warganya yakni Sitti Sabeta warga Desa Wawama, Amina Soleman warga Desa Joubela dan Rinto warga asal Desa Mandiri kemudian diproses dan ketiganya saat ini berstatus sebagai terdakwa dalam kasus tersebut.

Penulis: Irjan Rahaguna
Editor: Sahril Abdullah