Oleh: Murad Abdullah

________

SAHRIN Hamid lahir dan besar di Maluku Utara, sebuah daerah yang dikenal dengan sejarah panjang perjuangan rakyatnya. Sejak muda, ia telah menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu sosial, demokrasi, dan pembangunan daerah. Aktivitasnya dimulai dari dunia pergerakan mahasiswa. Ia aktif dalam organisasi mahasiswa intra maupun ekstra kampus, serta kerap menjadi motor penggerak dalam diskusi kritis tentang kebijakan publik, keadilan sosial, dan masa depan Maluku Utara.

Sebagai seorang aktivis, Sahrin Hamid dikenal vokal dalam menyuarakan aspirasi rakyat kecil. Ia turut serta dalam berbagai forum strategis yang mempertemukan mahasiswa, masyarakat sipil, dan pemerintah. Hal ini menumbuhkan reputasinya sebagai tokoh muda yang memiliki integritas, keberanian, dan wawasan luas.

Dalam perjalanan kariernya, Sahrin menunjukkan bahwa konsistensi dan komitmen pada nilai-nilai perjuangan adalah kunci untuk meraih kepercayaan publik. Keberaniannya mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat sekaligus kemampuannya membangun dialog dengan berbagai pihak telah menjadikannya figur yang tidak hanya didengar, tetapi juga diperhitungkan. Jejak langkahnya memberikan pesan bahwa kepemimpinan sejati tidak lahir dari privilese, melainkan dari kesungguhan untuk berdiri bersama rakyat dan memperjuangkan kepentingan bersama.

Lebih jauh, kiprah Sahrin Hamid merepresentasikan pentingnya peran generasi muda dalam membangun bangsa. Ia membuktikan bahwa ruang politik, ekonomi, maupun sosial dapat ditembus oleh mereka yang berani berjuang, disiplin, dan teguh memegang idealisme. Sosoknya memberi inspirasi bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan setiap pemuda memiliki potensi untuk menjadi agen transformasi. Dengan demikian, perjalanan Sahrin bukan sekadar narasi individu, melainkan refleksi dari energi kolektif generasi muda Maluku Utara yang berkontribusi pada pembangunan Indonesia.

Karier Sahrin Hamid dimulai sejak ia aktif sebagai mahasiswa di perguruan tinggi. Saat itu, ia banyak terlibat dalam organisasi intra maupun ekstra kampus yang melatih kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta jejaring sosial yang luas. Kiprahnya di organisasi mahasiswa membuat namanya dikenal sebagai sosok yang vokal memperjuangkan aspirasi kaum muda, khususnya dari kawasan timur Indonesia. Dalam salah satu kesempatan ia pernah mengatakan, “Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan bangsa ini. Kita harus hadir dengan gagasan, kerja nyata, dan keberanian untuk mengubah keadaan.”

Kisah hidup Sahrin Hamid menunjukkan bahwa keberhasilan tidak pernah diraih secara instan, melainkan lahir dari proses panjang yang penuh rintangan serta konsistensi dalam memegang prinsip moral. Ia menjadi teladan bagaimana seorang putra daerah mampu meraih peran penting di tingkat nasional tanpa melepaskan identitas dan idealismenya. Dengan ketekunan, kerja keras, dan semangat untuk terus belajar, Sahrin tetap relevan di tengah dinamika zaman. Sosoknya membuktikan bahwa keterlibatan aktif dalam perjuangan sosial dapat membuka peluang menuju posisi strategis sekaligus memberi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi dan berusaha mewujudkannya.

Maluku Utara tidak boleh terus dipandang sebagai daerah pinggiran. Kita punya potensi besar di sektor maritim, pertambangan, hingga pariwisata. Masalahnya adalah bagaimana potensi itu bisa dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat.”

Sejarah perjalanan Sahrin Hamid adalah kisah seorang anak daerah kepulauan yang berhasil menembus panggung nasional. Dari aktivis mahasiswa, tokoh pemuda, politisi, hingga profesional, ia konsisten memperjuangkan pendidikan, pembangunan, dan pemberdayaan pemuda. Kini, ia menjadi simbol inspiratif bagi generasi muda Maluku Utara dan Indonesia.

Kiprah di Dunia Politik dan Organisasi

Setelah melalui fase panjang di dunia pergerakan, Sahrin Hamid mulai memperluas kiprahnya ke ranah organisasi kemasyarakatan dan politik. Ia menjalin komunikasi dengan berbagai elemen bangsa serta berperan dalam merumuskan strategi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Selain dikenal sebagai aktivis pergerakan, Sahrin Hamid juga menorehkan jejak penting dalam dunia politik nasional. Ia pernah dipercaya oleh masyarakat malut sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), periode 2004-2009. sebuah posisi yang memberinya ruang untuk berkontribusi langsung dalam penyusunan kebijakan dan pengawasan jalannya pemerintahan. Kehadirannya di parlemen menjadi bukti bahwa suara anak daerah Maluku Utara mampu hadir di pusat pengambilan keputusan nasional.

Perjalanan panjang Sahrin Hamid di dunia pergerakan telah membawanya meniti tangga karier yang beragam. Setelah aktif di organisasi kemahasiswaan, ia mulai terlibat dalam dinamika politik nasional. Keseriusannya membela kepentingan rakyat mengantarkannya ke kursi senayan, di mana ia berperan dalam menyuarakan aspirasi konstituen sekaligus memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Posisi ini memberinya pengalaman langsung bagaimana mekanisme demokrasi bekerja, serta memperkuat reputasinya sebagai tokoh politik yang berintegritas.

Kiprahnya di dunia politik tidak terlepas dari proses panjang di organisasi kemahasiswaan, khususnya melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Sebagai kader HMI, Sahrin ditempa dalam tradisi intelektual, kepemimpinan, dan perjuangan berbasis nilai keislaman serta keindonesiaan. Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinannya yang kritis, visioner, sekaligus berkomitmen terhadap agenda kebangsaan.

“Politik yang sehat adalah politik yang berpihak pada rakyat. Jika politik hanya berhenti pada kekuasaan, maka yang rugi adalah masyarakat. Karena itu, saya memilih jalur politik sebagai sarana perjuangan, bukan tujuan akhir,” tegasnya.

Keterlibatan Sahrin di HMI membuktikan bahwa organisasi mahasiswa memiliki peran penting dalam menyiapkan pemimpin masa depan bangsa. Ia adalah contoh nyata bagaimana kader HMI dapat berkembang dari ruang diskusi kampus, forum kaderisasi, hingga ke panggung politik nasional. Dengan demikian, kiprah Sahrin Hamid bukan hanya mengukir sejarah pribadi, tetapi juga mempertegas peran Maluku Utara dalam memberikan kontribusi nyata bagi perjalanan demokrasi Indonesia.

Peran di Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan

Sahrin Hamid tidak pernah melepaskan ikatannya dengan dunia kemahasiswaan. Sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), ia ditempa melalui proses kaderisasi yang melatih kepemimpinan, daya kritis, dan tanggung jawab sosial. Dari pengalaman di HMI, ia belajar bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keberanian mengambil peran, kedisiplinan menjaga nilai, serta kemampuan berkolaborasi dengan berbagai elemen bangsa. Jaringan yang ia bangun di HMI juga membantunya memperluas kontribusi di berbagai lini kehidupan, baik politik, sosial, maupun ekonomi. Kiprah dalam Ormas dan BUMD Peran Sahrin Hamid di dunia organisasi merupakan fondasi penting yang membentuk karakter kepemimpinannya hingga saat ini. Sejak awal, ia menjadikan organisasi bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan ruang belajar, laboratorium kepemimpinan, dan arena perjuangan nyata. Melalui organisasi mahasiswa, khususnya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), iaditempa untuk berpikir kritis, berdialog secara terbuka, serta membangun jejaring yang luas lintas daerah dan lintas generasi. Pengalaman ini menumbuhkan kepekaan sosial sekaligus kemampuan strategis dalam membaca arah kebijakan.

Saya melihat problem utama pemuda di daerah kepulauan itu ada pada akses. Akses pendidikan, akses lapangan pekerjaan, dan akses informasi. Kalau ini tidak kita jawab, maka generasi muda akan tertinggal. Karena itu saya selalu tekankan, “Investasi terbesar yang bisa kita berikan adalah membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda untuk belajar, berkreasi, dan berdaya.”

Kiprahnya di organisasi kepemudaan juga memperlihatkan komitmennya dalam melahirkan kader-kader bangsa yang berintegritas. Ia percaya bahwa regenerasi kepemimpinan hanya akan lahir dari proses kaderisasi yang terarah, konsisten, dan berorientasi pada nilai. Dengan menjadikan organisasi sebagai wahana pembinaan, Sahrin Hamid telah menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati dibangun dari bawah, melalui kerja kolektif, pengorbanan, serta keteguhan memegang prinsip perjuangan.

Selain aktif di politik dan organisasi kepemudaan, Sahrin dipercaya memimpin Ormas Gerakan Rakyat (Gerak), wadah perjuangan yang berfokus pada demokrasi, keadilan, dan pemberdayaan masyarakat. Kepemimpinannya menjadikan ormas ini lebih progresif dan responsif terhadap isu-isu kebangsaan. Tidak berhenti di sana, ia kemudian mendapat amanah penting sebagai Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro), salah satu BUMD terbesar di DKI Jakarta. Peran ini menegaskan kepercayaan publik terhadap kapasitasnya, sekaligus memperluas kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur dan pengelolaan aset strategis ibu kota.

Dalam posisinya sebagai Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Sahrin Hamid ikut terlibat dalam pengawasan pembangunan strategis di ibu kota, termasuk proyek infrastruktur dan pengelolaan aset publik. Ia berperan memastikan perusahaan berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Keterlibatannya di BUMD ini memperlihatkan bahwa ia mampu berkontribusi tidak hanya di bidang politik, tetapi juga dalam tata kelola perusahaan dan pembangunan ekonomi daerah.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) strategis milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bergerak di bidang properti, infrastruktur, utilitas, dan pengelolaan aset publik. Jakpro memegang peran penting dalam pembangunan kota, mulai dari penyediaan hunian, pengelolaan stadion, hingga proyek transportasi modern. Penunjukan Sahrin Hamid sebagai komisaris menjadi bukti kepercayaan publik terhadap kapasitasnya dalam mengawal transparansi, tata kelola perusahaan, serta memastikan setiap program Jakpro memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Amanah ini menegaskan kiprahnya tidak hanya di ranah politik, tetapi juga pada sektor pembangunan strategis nasional.

Komitmen pada Pendidikan dan Kaderisasi

Sahrin juga menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan dan kaderisasi. Ia kerap menjadi narasumber dalam seminar, diskusi, maupun pelatihan kepemimpinan di kalangan mahasiswa dan pemuda. Baginya, regenerasi kepemimpinan adalah kunci keberlangsungan perjuangan. Oleh karena itu, iamendorong generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual, memperluas jejaring, dan menanamkan semangat kepedulian sosial. Dari sini terlihat bahwa ia tidak hanya fokus pada pencapaian pribadi, tetapi juga serius menyiapkan pemimpin masa depan bangsa.

Selain dikenal dalam politik, Sahrin Hamid memiliki kepedulian mendalam terhadap pendidikan. Ia meyakini bahwa kualitas pendidikan menjadi kunci bagi kemajuan bangsa, terlebih di daerah kepulauan yang aksesnya terbatas. Ia kerap terlibat dalam forum diskusi pendidikan, bahkan ikut mendorong hadirnya program beasiswa dan kegiatan literasi bagi mahasiswa Maluku Utara.

hari  senin tanggal 22 september pukul 14: 00 penulis bertemu dengan pak sahrin di kantornya di jakarta selatan berdiskusi terkait dengan masa depan pendidikan di maluku utara, di sela sela kesibukan beliau sebagai di rektur pt jakpro sekaligus ketua umum ormas gerakan rakyat

Investasi terbesar bagi masa depan Maluku Utara adalah pendidikan generasi mudanya. Jika pendidikan mereka maju, maka daerah ini tidak akan tertinggal lagi,” ungkapnya dalam salah satu wawancara.

Selain itu, beliau menyoroti perlunya inovasi dalam sistem pendidikan, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital agar anak-anak Maluku Utara tidak tertinggal dari daerah lain. Baginya, pendidikan yang merata dan berkualitas merupakan fondasi untuk menciptakan SDM yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Perjalanan karier Sahrin Hamid menunjukkan konsistensi dan semangat juang. Dari seorang aktivis mahasiswa, kemudian menjadi Ketua Ormas Gerakan Rakyat, hingga dipercaya sebagai Komisaris Jakpro, ia membuktikan bahwa perjuangan sosial bisa berjalan seiring dengan kiprah di dunia pemerintahan dan perusahaan.

Sebagai tokoh asal Maluku Utara yang meniti karier di level nasional, Sahrin Hamid memainkan peran penting sebagai jembatan antara kepentingan daerah dan kebijakan pusat. Iamenyadari bahwa banyak aspirasi daerah yang sering tidak terdengar di Jakarta, sehingga ia berusaha memastikan suara daerah tetap mendapat perhatian. Dengan posisinya, ia mampu membawa isu-isu strategis Maluku Utara ke dalam diskursus nasional, baik melalui parlemen, organisasi masyarakat, maupun forum kebijakan publik.

Perjalanan karier Sahrin Hamid menunjukkan konsistensi dan semangat juang. Dari seorang aktivis mahasiswa, kemudian menjadi Ketua Ormas Gerakan Rakyat, hingga dipercaya sebagai Komisaris Jakpro, ia membuktikan bahwa perjuangan sosial bisa berjalan seiring dengan kiprah di dunia pemerintahan dan perusahaan. (*)