Tandaseru — Pemerintah Daerah Halmahera Timur, Maluku Utara, sudah menerima izin operasional Rumah Sakit Pratama Wasileo di kecamatan Maba Utara dari Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.
Bahkan pemda telah mengantongi nama dokter yang bakal mengisi posisi sebagai direktur utama di rumah sakit afirmasi tersebut. Termasuk sinyal penerbitan Surat Keputusan (SK) untuk calon direktur yang bakal menempati posisi dirut sudah diproses dan tinggal diteken Bupati Ubaid Yakub.
“Izin operasionalnya sudah ada, malah SK bupati untuk direktur Rumah Sakit Pratama Wasileo juga sementara diproses,” ungkap Sekretaris Daerah Ricky Chairul Richfat di Maba, Kamis (14/8/2025).
Meski begitu, mantan Kepala BP4D Halmahera Timur tersebut belum memberikan bocoran nama calon direktur. Ricky hanya menyebut posisi direktur akan diisi dokter berstatus ASN dari luar Halmahera Timur untuk mengantikan posisi Direktur Utama RSUD Maba dr. Calice Jackline yang merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas Rumah Sakit Pratama Wasileo.
“Direkturnya pasti baru karena tidak mungkin direktur RSUD Maba merangkap jadi direktur Rumah Sakit Pratama Wasileo. Awalnya kami berharap bisa dirangkap tapi masukan dari Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes tidak bisa, harus ada direktur sendiri supaya tidak saling crossing, jangan tumpang tindih kerja. Yang pasti ASN, kemudian dokter dan dia cukup cakap untuk memimpin. Dia bukan dari Halmahera Timur, kami ambil dari luar daerah supaya bisa ada pembinaan,” ucapnya.
Pemerintah daerah, lanjut Ricky, memproyeksikan Rumah Sakit Pratama Wasileo bisa berjalan aktif melakukan pelayanan kesehatan akhir tahun ini. Meski dari sisi teknis tenaga medis masih diperhitungkan untuk menempati di rumah sakit dimaksud.
“Sebetulnya dalam akhir tahun ini harusnya sudah jalan. Kendalanya Rumah Sakit Pratama Wasileo ketersediaan tenaga medis. Secara akumulatif masih diperhitungkan terkait dengan cukup atau tidak dioperasionalkan dengan kekuatan puskesmas yang ada di sana. Ternyata kan tidak cukup makanya mau ditarik PPPK, CPNS, maupun honorer yang masih berminat untuk mengabdi di Halmahera Timur untuk ditempatkan di sana,” jelasnya.
Menurutnya, dengan keterbatasan tenaga medis yang ada, Pemda Haltim juga terpaksa melakukan alokasi ASN PPPK maupun PNS yang berdomisili di Maba Utara untuk ditugaskan kembali ke Rumah Sakit Pratama Wasileo.
“Kalau misalkan hasil verifikasi dari Kadis Kesehatan dan teman-teman di puskesmas terkait dengan honorer lokal yang ada itu tidak memenuhi, kan kita tidak bisa memaksakan kalau mereka tidak mau bertugas di rumah sakit Wasileo. Karena tenaga honorer ini kan dibebaskan untuk memilih tempat tugas dan sebagainya,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.