Tandaseru — Guru honorer di SMP Negeri 2 Halmahera Barat, Maluku Utara ketiban rezeki. Pasalnya, pekan kemarin para guru telah menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Hal itu diungkapkan Kepala SMP Negeri 2 Halmahera Barat Wiwin Megah A. Rahman saat disambangi awak media, Selasa (1 /12) di ruang kerjanya. Wiwin menyatakan, BSU para guru honorer di sekolahnya sudah terima pekan kemarin dengan total anggaran untuk 7 orang guru sebesar Rp 12.600.000.
Menurutnya, di sekolahnya ada 8 guru honorer namun yang berhak menerima hanya 7 orang. Sebab 1 orang adalah guru agama yang telah menerima bantuan dari Kementerian Agama sebagai penyuluh.
“Jadi bantuan ini jika salah satu guru honorer telah mendapat dana bantuan dari pihak lain maka tidak bisa lagi mendapatkan bantuan BSU tersebut. Aturannya memang dari pusat begitu,” cetusnya.
“Dana Bantuan ini disalurkan langsung oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan via rekening kepada para tenaga guru honorer yang masing-masing menerima sebesar Rp 1.800.000 per orang plus potong pajak 2 persen,” jelas Wiwin.
Ia bilang, dana bantuan tersebut adalah program pemerintah untuk membantu para tenaga guru honorer dalam situasi pandemi Covid-19.
“Dan guru honorer yang berhak menerima BSU itu harus sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik),” ucapnya.
Sesuai informasi, sambung Wiwin, BSU bakal diterima dalam delapan tahap. Namun baru satu tahap yang dicairkan pada akhir November kemarin.
“Untuk tahap II di bulan Desember 2020 ini kami belum tahu jadi sementara kita menunggu informasi dari Pemerintah Pusat pencarian berikutnya,” tuturnya.
Sebelum adanya program BSU ini, guru honorer hanya mengharapkan penghasilan dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Dengan setiap tenaga guru honorer dapat menerima sekitar Rp 3 juta sekian per triwulan dari dana BOS,” katanya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.