Tandaseru — Wakil Bupati Halmahera Barat, Maluku Utara, Djufri Muhamad, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Halbar Markus Saleky memantau jalannya Pemilihan Kepala Desa (Pillkades), Kamis (11/11).
Kapolres AKBP Indra Andiarta turut mendampingi pemantauan tersebut.
“Tadi kami dari DPMPD mendampingi Wakil Bupati Djufri Muhamad memantau jalannya Pilkades Desa Hoku-Hoku dan Gamtala di Kecamatan Jailolo. Sedangkan di Kecamatan Sahu Timur itu di Desa Akelamo dan Awer,” ungkap Markus kepada awak media.
Markus mengaku, untuk Halmahera Barat jumlah desa pelaksana Pilkades sebanyak 23 desa yang tersebar di 7 kecamatan. Total ada 73 calon kepala desa yang berjibaku, terdiri atas 70 calon laki-laki dan 3 calon perempuan.
“Sementara jumlah DPT di 23 desa sebanyak 12.509 orang yang tersebar di 35 TPS,” rincinya.
Pelaksanaan Pilkades serentak di Halmahera Barat, sambungnya, sudah menyesuaikan regulasi Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2021 dan Peraturan Bupati Nomor 17 Tahun 2021 yang di dalamnya mengatur penerapan protokol kesehatan dan pembatasan DPT maksimal 500 orang per TPS.
“Selain itu, keadaan yang terkendali dalam penanganan Covid-19 di Halbar telah dinyatakan oleh Surat Bupati Nomor 141/296/HB/XI/2021 tanggal 8 November 2021 hal Kesiapan Penanganan Covid-19 di Desa Lokasi Pilkades Serentak,” cetus Markus.
Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa juga mengadakan webinar memantau pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Halbar, khususnya mengenai penerapan protokol kesehatan sesuai Permendagri Nomor 72 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Permendagri Nomor 112 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Desa.
Kemendagri juga memastikan jumlah DPT per TPS sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 141/6698/SJ tanggal 10 Desember 2020 tentang Jumlah Pemilih di TPS Pilkades Serentak di Era Pandemi Covid-19.
“Pasca pelaksanaan pilkades serentak, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Yusharto Huntoyungo berharap Pemda halbar untuk tidak lengah terhadap pandemi Covid-19,” pungkas Markus.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.