Tandaseru — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, menargetkan mampu menjadi produsen udang vaname di wilayah Maluku Utara. Guna mencapai target tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mulai melakukan pengembangan budidaya udang vaname yang berlokasi di Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Sabtu (10/7).
Pengembangan budidaya udang vaname ini ditandai dengan peresmian lokasi budidaya sekaligus penebaran perdana benih udang bibit tebar sebanyak 200 ribu ekor oleh Bupati James Uang. Bupati didampingi Kepala DKP Malut Abdullah Assagaf, Wakil Rektor III Unkhair Ternate Syawal Abduladjid dan Kadis DKP Halbar Agustinus Mahole.
Bupati James dalam kesempatan tersebut berharap pengembangan budidaya udang vaname itu dapat menopang masyarakat sekitar, sehingga ke depan wilayah Halbar juga diharapkan dapat menjadi daerah penghasil produksi udang vaname di Malut.
“Dengan langkah awal ini diharapkan jadi percontohan, terutama menopang penghasilan masyarakat sekitar. Dan target ke depan Halbar harus menjadi daerah produksi udang vaname di wilayah Maluku Utara,” ungkap James.
Sebagai upaya mendukung budidaya udang vaname, Pemda bakal memberikan dukungan sarana dan prasarana infastuktur terutama akses jalan menuju lokasi budidaya. Dimana peningkatan akses jalan ini juga telah masuk perencanaan melalui alokasi dana pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Kadis DKP Halbar, Agustinus Mahole mengungkapkan, sebagai langkah awal pengembangan budidaya udang vaname diawali dengan pengembangan di atas lahan seluas 3 hektare. Tahap awal dibangun dua petak tambak dengan ukuran 25×25 meter, kemudian tanggul air dan bak filter, sarana dan prasarana tempat pakan serta genset untuk mengantisipasi pemadaman.
Dia berharap, dengan adanya percontohan tambak seperti ini dapat menumbuhkan minat warga masyarakat yang ada di pesisir Halbar untuk menekuni budidaya udang tersebut.
“Misi kita ke depan, tambak udang yang kita buat ini jadi contoh untuk masyarakat sehingga dapat berkembang secara berkelanjutan baik dari sisi ekosistem, lingkungan maupun berkelanjutan secara sosial ekonomi,” pintanya.
Ia menambahkan, penebaran 200 ribu benih udang sebagai langkah awal ini dengan target penebaran selama 90 hari ke depan. Target produksinya mencapai 13 ton yang akan dipanen, dan tentunya bisa mendatangkan income bagi daerah.
“Ke depan akan kita dorong dengan pembudidayaan kemampuan manajerialnya agar lebih profesional lagi,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.