Tandaseru – Berkah dirasakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, dalam penyelenggaraan Festival Harmoni Obi (FHO). Berbagai dagangan yang mereka jajakan di gerai UMKM, mulai dari aneka kue hingga minuman dingin, ludes terjual sebelum rangkaian acara malam berakhir.

Bagi mama-mama Kawasi yang membuka gerai di Area Komersial Permukiman Baru Desa Kawasi, festival ini bukan sekadar menjadi tempat berkumpul dan menikmati hiburan. Ramainya pengunjung juga membuka peluang untuk memperoleh penghasilan tambahan sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang hadir.

Salah seorang pelaku UMKM Desa Kawasi, Pina Bungajari, mengaku senang mendapat kesempatan berjualan dalam festival tersebut. Tingginya antusiasme pengunjung membuat dagangannya habis terjual hanya dalam satu malam.

“Saya senang bisa berjualan di acara ini. Dagangan habis sebelum acara selesai. Kegiatan seperti ini menambah penghasilan saya selaku pedagang. Hanya dalam satu malam, saya bisa punya penghasilan tambahan,” ujar Pina.

Pina menjual minuman dingin berupa es kelapa dan es buah. Menurutnya, kesempatan berjualan dalam Festival Harmoni Obi turut didukung oleh pendataan dan fasilitasi dari tim Corporate Social Responsibility (CSR) Harita Nickel, sehingga dirinya dapat membuka gerai di lokasi acara.

“Saya jualan es kelapa dan es buah, semua habis terjual. Kami didata dan dibantu oleh CSR Harita Nickel untuk bisa berjualan di sini,” katanya.

Sebanyak 10 gerai UMKM meramaikan festival tersebut. Selain aneka minuman dingin, para pedagang juga menawarkan berbagai jenis kue dan jajanan yang dapat dinikmati pengunjung sambil menyaksikan rangkaian hiburan dan pertunjukan budaya.

Pengalaman serupa dirasakan Mawar Lewer, pelaku UMKM lainnya yang juga berasal dari Desa Kawasi. Ia menjajakan empat jenis kue dan dua jenis minuman dingin. Tingginya jumlah pengunjung membuat dagangannya terjual dengan cepat.

“Jualan saya sudah habis. Pengunjung banyak sekali, jadi lakunya juga cepat,” ujar Mawar.

Bagi para pedagang, tingginya minat pengunjung menjadi pengalaman yang menggembirakan. Kesempatan berjualan dalam kegiatan seperti ini juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pembeli yang lebih beragam dan meningkatkan pendapatan dari produk yang mereka hasilkan.

Festival Harmoni Obi berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari Obi Fishing Tournament (OFT), Malam Budaya Obi, pertunjukan musik, hingga gerai UMKM. Berbagai kegiatan tersebut mempertemukan masyarakat dan karyawan dalam suasana kebersamaan, sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk ikut mengambil bagian dalam perayaan.

Bagi Pina, Mawar, dan mama-mama pelaku UMKM lainnya, dagangan yang habis sebelum acara berakhir menjadi salah satu pengalaman berkesan dari Festival Harmoni Obi. Di tengah kemeriahan festival, gerai-gerai tersebut tidak hanya menyediakan jajanan bagi pengunjung, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi warga Desa Kawasi.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter