Tandaseru — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, menggelar Deklarasi Damai antarwarga Desa Bataka, Desa Tuguis, dan Desa Soa Sangaji di Mapolsek Ibu, Selasa (11/8/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut penanganan konflik yang dipicu pertandingan sepak bola di Lapangan Soa Sangaji, Desa Tuguis, Kecamatan Ibu Utara, Minggu (2/8/2026).
Acara tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Halmahera Barat, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa, masyarakat dari ketiga desa, serta jajaran TNI-Polri. Kegiatan ini difungsikan sebagai momentum mengakhiri perselisihan sekaligus memulihkan hubungan sosial antarwarga.
Bupati Halmahera Barat James Uang menjelaskan, deklarasi ini meneruskan hasil pertemuan terdahulu di Kantor Bupati Halmahera Barat bersama tokoh pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh pemuda. Ia memastikan seluruh tuntutan ganti rugi atas kerusakan dan korban konflik disetujui pemerintah daerah, namun harus melalui proses verifikasi dan penilaian kualifikasi kerugian terlebih dahulu.
“Tuntutan yang disampaikan pada prinsipnya pemerintah daerah telah menyetujui dan tidak ada masalah, tetapi harus diverifikasi sebelum melakukan pembayaran ganti rugi,” kata James.
Seluruh dana santunan dan penggantian kerugian masyarakat di dua desa korban konflik nantinya akan disalurkan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Halmahera Barat.
Di samping penyelesaian ganti rugi, James mendesak warga Desa Bataka segera menghentikan aksi pemalangan jalan karena mengganggu mobilitas publik. Ia mengimbau seluruh pihak mengakhiri permusuhan dan menjaga stabilitas demi citra serta masa depan daerah. Menurutnya, citra Halmahera Barat yang tidak aman dapat merugikan masyarakat sendiri dan menurunkan kepercayaan warga luar untuk berkunjung.
Sebagai langkah preventif keberlanjutan, Pemkab Halmahera Barat akan menyurati Gubernur Maluku Utara guna diteruskan kepada Panglima TNI untuk memohon pembangunan dan penempatan pos TNI di titik rawan, yaitu di antara Tosua, Talaga, dan Desa Bataka. Penempatan pos keamanan ini dinilai vital mengingat Halmahera Barat termasuk wilayah yang mendapat perhatian terkait potensi konflik berdasarkan analisis intelijen.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.