Tandaseru – Sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas Pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam penyediaan air bersih di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), Harita Nickel membangun fasilitas pengolahan air bersih di Desa Kawasi, Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat ini bertujuan memperkuat sistem penyediaan air baku sekaligus menjaga keberlanjutan sumber air warga di tengah perkembangan Pulau Obi sebagai salah satu kawasan industri strategis nasional. Saat ini, pembangunan fisik termasuk instalasi tangki dan sistem pendukung masih berjalan dengan target operasional pada paruh tahun 2026.

Fasilitas ini dirancang menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO), sistem filtrasi otomatis, serta ozonisasi untuk meningkatkan kualitas air sebelum didistribusikan. Infrastruktur ini memiliki kapasitas penampungan air baku sekitar 40 meter kubik per hari dengan debit distribusi mencapai 25 meter kubik per jam.

Direktur HSE Harita Nickel, Tonny Gultom, menjelaskan kombinasi teknologi tersebut diterapkan untuk memastikan keamanan air dari sisi mikrobiologis dan kimiawi, sekaligus menjaga konsistensi kualitasnya secara berkelanjutan.

“Teknologi reverse osmosis berperan sebagai inti pemurnian, menghasilkan air yang lebih murni dibanding metode konvensional. Proses ini kemudian didukung oleh sistem filtrasi untuk menangkap partikel tersisa, serta ozonisasi sebagai tahap akhir yang efektif membunuh mikroorganisme,” ujar Tonny dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/5/2026).

Tonny menambahkan, selain membangun sarana pengolahan dengan kapasitas yang disesuaikan untuk kebutuhan jangka panjang, Harita Nickel juga mengembangkan area konservasi di sekitar kawasan mata air guna menjaga kualitas dan ketersediaan sumber air dalam jangka panjang.

Pembangunan ini disambut baik Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kawasi, Reinhard Siar. Menurutnya, kehadiran fasilitas RO ini sangat penting dalam memperkuat akses masyarakat terhadap air bersih tanpa merusak mata air Kawasi yang telah dimanfaatkan warga selama bertahun-tahun.

“Yang paling penting bagi masyarakat tentu bagaimana air bersih tetap tersedia dan kualitasnya terjaga. Kami melihat pembangunan fasilitas ini sebagai langkah untuk mendukung kebutuhan warga ke depan,” kata Reinhard.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam merawat infrastruktur tersebut.

“Harapannya, fasilitas ini bukan hanya dibangun, tetapi juga dijaga bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter