Tandaseru – Karyawan PT Harta Samudra mendatangi kantor perusahaan yang berlokasi di Pulau Morotai, Selasa (12/5/2026). Aksi ini dipicu kekhawatiran para pekerja terkait pemindahan operasional perusahaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pekerja yang telah mengabdi selama kurang lebih enam tahun merasa cemas setelah mendengar kabar PT Harta Samudra akan pindah dari Morotai. Hal inilah yang mendorong puluhan buruh mendatangi kantor dengan membawa sejumlah pamflet tuntutan.

“Kami khawatir saja, karena informasi PT Harta Samudra pindah dari Morotai. Kami ramai-ramai menuntut pesangon dan minta kejelasan apakah perusahaan ini pindah dari Morotai,” ujar salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya.

Dalam aksi yang juga sempat pecah pada Sabtu (9/5) pagi tersebut, para karyawan membentangkan pamflet bernada protes seperti “PT HS Penipu Cepat Bayar”, “Bayar Pesangon Kami”, hingga “PT Harta Samudra Menipu Kami”. Para pekerja mengaku membutuhkan kepastian status kerja dan hak-hak finansial mereka.

Menanggapi tuntutan tersebut, pekerja menyebut sempat ada penjelasan lisan dari pihak manajemen yang menyatakan perusahaan tidak pindah, melainkan hanya melakukan perubahan nama.

“Kata manajer Harta Samudra tidak pindah, hanya nama perusahaan yang berubah saja,” tambah sumber tersebut.

Sementara itu, HRD PT Harta Samudra, Ahmad Albar, saat dikonfirmasi memberikan tanggapan singkat dan mengklaim kondisi di internal perusahaan dalam keadaan kondusif.

“Tidak ada, aman,” singkatnya sembari menepis adanya gejolak serius di perusahaan tersebut.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter