Tandaseru — DPRD Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, memanas setelah enam fraksi secara resmi melayangkan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD, Christina Lesnussa. Keenam fraksi tersebut mendesak Christina segera mundur dari jabatannya dan mengancam akan melakukan aksi walkout jika ia tetap memimpin agenda kedewanan.
Pernyataan mosi tidak percaya tersebut disampaikan kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD dalam rapat internal yang dipimpin Wakil Ketua I Abdillah Bailussy dan Wakil Ketua II Inggrid Paparang di Ruang Bangsaha, Rabu (29/4/2026). Fraksi yang menyatakan sikap adalah Fraksi Demokrat, PDIP, Nasdem, PAN, Gerindra, dan PKB.
Dilansir dari poskomalut, Ketua Fraksi PKB, Fahmi Musa, menegaskan langkah ini merupakan hak politik anggota dewan yang harus dihormati. Ia menilai kepemimpinan Christina selama ini tidak melibatkan anggota dalam pengambilan keputusan strategis sehingga kerap memicu kegaduhan.
“Daripada berlarut-larut dan agar kegiatan dewan berjalan lancar, kami minta Ketua segera legowo mundur. Jika tetap memimpin kegiatan kedewanan, enam fraksi sepakat akan walkout,” tegas Fahmi.
Senada dengan itu, anggota Fraksi Demokrat, Janlis G. Kitong, menyoroti lemahnya kapasitas manajerial dan komunikasi ketua dalam mengelola internal lembaga, termasuk ketidaktahuan pimpinan terhadap dokumen penting seperti APBD.
“Ketua DPRD bahkan tidak pernah tahu isi dokumen APBD. Bagaimana kita bisa melakukan bargaining dengan eksekutif jika tugas pokok internal saja tidak dikuasai. Ini hanya mempermalukan lembaga,” ujar Janlis.
Menanggapi gejolak tersebut, Ketua BK DPRD Halut, Romeo Lindan, menyatakan pihaknya akan segera menjadwalkan pemanggilan terhadap Christina Lesnussa untuk proses klarifikasi.
“Setelah klarifikasi dan kajian dilakukan, BK akan mengeluarkan rekomendasi resmi untuk pimpinan dan seluruh anggota DPRD,” kata Romeo.
Di sisi lain, Fraksi Golkar dan Fraksi Gelombang Rakyat memilih bersikap pasif dan menunggu hasil proses dari Badan Kehormatan. Anggota Fraksi Golkar, Karwanto Hohakay, meminta semua pihak menyikapi persoalan ini dengan kepala dingin.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.