Tandaseru – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara melaporkan kondisi ketenagakerjaan terkini di wilayah tersebut. Hingga November 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Maluku Utara tercatat sebesar 4,44 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,11 persen poin jika dibandingkan dengan posisi pada Agustus 2025 yang mencapai 4,55 persen.
Berdasarkan data BPS yang dirilis pada 5 Februari 2026, jumlah angkatan kerja di Maluku Utara pada November 2025 mencapai 699,02 ribu orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak 6,56 ribu orang dibandingkan periode Agustus 2025. Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 668,00 ribu orang merupakan penduduk yang sudah bekerja, sementara 31,02 ribu orang lainnya masih berstatus pengangguran.
Kepala BPS Provinsi Maluku Utara Simon Sapary mengungkapkan, sektor Industri Pengolahan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan proporsi mencapai 25,23 persen. Sektor lain yang turut mendominasi adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 23,76 persen, serta sektor Perdagangan sebesar 12,23 persen.
“Meskipun angka pengangguran turun, terdapat penurunan pada Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0,92 persen poin menjadi 68,65 persen dibandingkan Agustus 2025,” jelasnya.
Dari sisi status pekerjaan, mayoritas penduduk yang bekerja di Maluku Utara masih berada di sektor informal, yakni sebesar 63,72 persen. Sementara itu, pekerja di sektor formal tercatat sebesar 36,28 persen, yang mengalami peningkatan sebesar 0,79 persen poin dibandingkan periode Agustus 2025.
Laporan ini juga mencatat adanya tren peningkatan Penduduk Usia Kerja (PUK) yang kini mencapai 1.018,21 ribu orang, atau bertambah 3,98 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.