Tandaseru – Di tengah tantangan daerah kepulauan yang jauh dari pusat perhatian dan keterbatasan, seorang penyuluh perikanan asal Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Ia adalah Herman Musa, Penyuluh Perikanan Taliabu, yang dinobatkan sebagai Peserta Terbaik dalam kategori Komunikasi Penyuluh Perikanan pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan BPPSDMKP (Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan) serta Program LAUTRA (Laut Sejahtera).
Bagi Herman, menjadi penyuluh bukan sekadar pekerjaan, tapi panggilan jiwa. Ia percaya bahwa komunikasi yang baik mampu mengubah cara pandang masyarakat pesisir terhadap laut dan sumber dayanya.
“Kunci keberhasilan penyuluhan itu bukan seberapa banyak kita bicara, tapi seberapa dalam pesan kita dipahami dan diterapkan oleh nelayan. Komunikasi yang efektif itu yang bisa menggerakkan, bukan hanya menginformasikan,” ungkap Herman saat dihubungi tandaseru.com, Kamis (30/10/2025).
Di tengah keterbatasan fasilitas dan jarak geografis, Herman terus berinovasi dalam menyampaikan pesan-pesan penyuluhan kepada masyarakat nelayan. Ia menggunakan pendekatan kultural, memanfaatkan bahasa lokal, dan membangun kepercayaan dari hati ke hati.
“Saya tidak bisa datang membawa teori saja. Saya harus hadir sebagai bagian dari mereka, ikut turun melaut, ikut rasakan susahnya. Dari situ komunikasi tumbuh dengan kejujuran,” tambahnya.
Kegiatan yang digagas Humas KKP dan BPPSDMKP bersama Program Lautra ini menjadi ajang berbagi pengalaman antarpenyuluh di seluruh Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, peserta dilatih untuk memperkuat kemampuan komunikasi publik, membangun narasi perubahan, dan menyampaikan praktik baik sektor kelautan kepada masyarakat luas.
Dari puluhan peserta se-Indonesia, Herman terpilih sebagai peserta terbaik berkat kemampuannya membangun pesan penyuluhan yang inspiratif dan berdampak. Ia dinilai mampu memadukan aspek komunikasi, data lapangan, serta pendekatan sosial budaya dalam satu narasi yang kuat.
Bagi Herman, penghargaan ini bukan puncak, melainkan motivasi baru untuk terus berkontribusi di daerah.
“Saya hanya membawa suara dari nelayan Taliabu, suara dari pesisir yang jauh tapi punya semangat besar untuk maju. Ini bukan kemenangan saya pribadi, tapi kemenangan kita semua yang mencintai laut,” ujarnya penuh haru.
Ke depan, Herman berharap agar dukungan terhadap penyuluh di daerah semakin diperkuat, terutama dalam hal pelatihan komunikasi dan teknologi informasi. Dengan demikian, penyuluh bisa menjadi jembatan antara kebijakan pusat dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Laut kita luas, tantangan juga besar. Tapi kalau komunikasi kita kuat, penyuluh di seluruh daerah bisa menjadi ujung tombak kesejahteraan nelayan,” tuturnya.
“Harapan saya untuk penyuluh perikanan seluruh Indonesia tetap semangat dan menjaga kolaborasi. Sekali bergerak, selamanya berdampak,” tandas Herman.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.