Tandaseru — La Jasmin Buton (40 tahun), seorang nelayan asal Desa Wamlana, Kecamatan Fena Leisela, Kabupaten Pulau Buru, Provinsi Maluku, yang sempat dilaporkan hilang karena tak kunjung kembali saat melaut sejak Sabtu (24/10/2026), akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, melalui Dan Pos Unit Siaga SAR Sanana, Fahari Yosua, mengatakan pada hari kedua Operasi SAR, Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian pada pukul 07.30 WIT menggunakan RIB 01 Basarnas Ternate.

“Upaya pencarian korban berlangsung hingga sore hari. Sekitar pukul 17.08 WIT, Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa korban telah ditemukan oleh nelayan dalam keadaan selamat di perairan Mangoli Utara Timur dengan jarak penemuan dari Last Known Position (LKP) sejauh 20,98 nautical mile,” ungkap Fahari.

Berdasarkan keterangan korban, ia awalnya berusaha kembali ke Pulau Buru, namun akibat kabut asap ia kehilangan arah. Pada saat bersamaan, bahan bakar minyak (BBM) miliknya habis hingga akhirnya tiba di sekitar perairan Mangoli, lalu ditemukan salah satu nelayan Desa Bajo dan dievakuasi menuju desa tersebut.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue USS Sanana, Ditpolairud Polda Malut Marnit Sanana, Dokkes Polres Kepulauan Sula, masyarakat Desa Bajo, masyarakat Desa Wamlana, serta keluarga korban. Adapun alat utama (Alut) dan peralatan SAR (Palsar) yang digunakan meliputi RIB 01 USS Sanana Banda serta longboat masyarakat.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup.

Sebelumnya, kronologi kejadian bermula pada 25 Oktober 2026 pukul 11.30 WIT, ketika Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Ternate menerima informasi dari Kansar Ambon terkait kejadian di perairan Wamlana yang bersumber dari keluarga korban.

Pelapor menyampaikan bahwa pada 24 Oktober 2026 pukul 02.00 WIT, korban pergi menggunakan longboat berwarna biru dengan mesin 15 PK untuk memancing di sekitar perairan Wamlana dan belum kembali. Keluarga korban bersama masyarakat sempat melakukan pencarian mandiri namun korban belum ditemukan, sehingga pihak keluarga meminta bantuan SAR.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter