Tandaseru — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan dari Bandara Sultan Baabullah Ternate, Maluku Utara, menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). Penutupan sementara penerbangan ke Jakarta tersebut membuat sejumlah penerbangan tertunda dan calon penumpang gagal berangkat sesuai jadwal.
Penundaan ini mengacu pada notifikasi resmi AirNav Indonesia Unit Pelayanan Informasi Aeronautika NOTAM Office dengan nomor A3344/26 NOTAMR A3341/26 lokasi WIII-JAKARTA/Soekarno-Hatta.
Dua penerbangan utama yang terdampak penundaan adalah:
- Garuda Indonesia (GA 649): Jadwal keberangkatan pukul 07.00 WIT.
- Batik Air (ID 6141): Jadwal keberangkatan pukul 08.00 WIT.
Sejak pukul 05.00 WIT, para calon penumpang sudah berdatangan ke Bandara Sultan Baabullah Ternate. Namun, hingga pukul 14.24 WIT, belum ada kepastian mengenai jadwal keberangkatan susulan. Sebagian penumpang memilih bertahan di area bandara, sementara lainnya memilih kembali ke kediaman kerabat di Ternate.
Salah satu calon penumpang rombongan asal Jailolo, Halmahera Barat, Marko Hamisi, menyebutkan ia dan 12 rekannya telah berada di bandara sejak pagi hari untuk menghadiri agenda kegiatan di Jakarta pada esok hari.
“Torang (kami, red) datang dari jam 5 subuh tadi dengan pesawat Garuda, setelah sampai di Bandara ada konfirmasi kalau tunda berangkat,” ujar Marko di Bandara Sultan Baabullah.
Marko menambahkan, informasi penundaan baru diperoleh saat proses pendaftaran tiket. Penutupan bandara tujuan menjadi alasan utama penundaan tersebut.
“Pas torang datang dan mau check in itu ada informasi tunda keberangkatan. Alasannya bandara di Jakarta sementara ditutup penerbangan karena ada erupsi,” jelas Marko.
Ia mengaku khawatir karena agenda kegiatan di Jakarta dijadwalkan berlangsung esok hari, sementara rombongannya tidak mungkin kembali ke daerah asal di Jailolo.
“Torang ada 12 orang dari Jailolo untuk ke Jakarta iko kegiatan, sampai sekarang belum ada kepastian keberangkatan. Jadi torang pasti tunggu, sebagian balik ke rumah keluarga di Ternate, dan torang tar mungkin (tidak mungkin, red) balik ke Jailolo karena besok kegiatan di Jakarta,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.