Tandaseru — Saleh Muhammad resmi terpilih sebagai Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan Suku Makayoa (Makeang–Kayoa) Maluku Utara wilayah Jabodetabek. Saleh unggul dalam pemilihan yang berlangsung pada Musyawarah Besar (Mubes) Makayoa di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (24/5/2026).

Dalam pemilihan yang menggunakan mekanisme pemungutan suara (voting) terbuka tersebut, Saleh berhasil mengantongi 25 suara. Ia menyisihkan dua kandidat lainnya, yakni Mujiono yang memperoleh 7 suara dan Sukedi dengan 6 suara.

Jalannya forum tertinggi masyarakat perantauan asal Makeang-Kayoa ini dipandu oleh Iradat Ismail, bersama Abdu RH Muhammad. Meski sempat diwarnai dinamika dan perbedaan pandangan terkait usulan pembentukan presidium versus kepengurusan definitif, Mubes tetap berjalan cair dan penuh nuansa kekeluargaan.

Usai penghitungan suara, dua kompetitor Saleh, yakni Mujiono dan Sukedi, menyatakan menerima hasil voting dengan lapang dada. Keduanya menegaskan komitmen mereka mendukung penuh kepemimpinan Saleh demi menjaga soliditas organisasi.

Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua Umum terpilih, Saleh Muhammad mengajak seluruh elemen masyarakat Makayoa di Jabodetabek menanggalkan perbedaan pasca-Mubes.

“Organisasi ini adalah rumah bersama. Karena itu mari kita saling merangkul, menjaga persaudaraan, dan membangun Makayoa menjadi lebih solid dan bermanfaat,” ujar Saleh.

Sebelum memasuki agenda pemilihan, Mubes ini juga diisi dengan penyampaian pokok-pokok pikiran dari sejumlah tokoh adat, sesepuh, dan tokoh pemuda Makayoa. Salah satu sesepuh, Muhamad, mengingatkan pentingnya adab komunikasi dan keterlibatan generasi muda agar tidak apatis terhadap identitas budaya sendiri.

Turut hadir dalam forum tersebut, mantan Ketua Umum Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU), Nabil Salim. Nabil menekankan, tantangan terbesar ketua terpilih adalah menjadi perekat bagi semua kelompok tanpa adanya sekat atau kubu.

“Organisasi ini jangan hanya hidup ketika ada pemilihan. Makayoa harus terus hidup dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan dalam semangat saling membantu antarsaudara,” tegas Nabil.

Mubes Makayoa Jabodetabek 2026 ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Forum ini diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas serta merawat identitas budaya masyarakat Makeang-Kayoa di tanah rantau.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter