Tandaseru – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) berhasil memadamkan 53 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut sejak Februari hingga Agustus 2026. Maraknya peristiwa kebakaran ini dipicu musim kemarau panjang dampak fenomena El Nino.

Teranyar, kebakaran hebat menerpa area lahan di Tanjung Dehegila, Desa Juanga, serta kawasan Jababeka, Kecamatan Morotai Selatan, Jumat (21/8/2026). Petugas berjuang memadamkan api sejak pukul 10.00 WIT hingga pukul 18.00 WIT dengan bantuan armada tangki PDAM, TNI AL Lanal Morotai, Water Cannon Polres Morotai, pemadam TNI AU, serta warga setempat.

“Kebakaran di Morotai tahun 2026 dari bulan Februari sampai Agustus sudah 53 titik lokasi yang terbakar, yang paling parah di wilayah desa Falila. Itu ada sekitar 16 hektare di bulan Juni, yang terbakar, terus bangunan kayu tiga unit terbakar,” kata Kepala Satpol PP dan Damkar Pulau Akri Wijaya.

Akri menambahkan, insiden pada Jumat melalap lahan seluas 3 hektare di Desa Juanga sebelum menjalar ke area Jababeka. Meski sempat kewalahan akibat keterbatasan armada, sinergi lintas instansi berhasil mengamankan area sekitar Villa Marahai dan Resort Jababeka.

“Terjadi kebakaran jam 10 siang sampai jam 3 sore baru berhasil dipadamkan, lahannya 3 hektare, setelah itu kami bergerak lagi ke Jababeka padamkan api sampai jam 6 sore. Alhamdulillah kobaran api berhasil dipadamkan,” ujarnya.

“Kami sedikit kewalahan, tapi ada bantu dari mobil tangki PDAM, mobil tangki TNI AL Lanal Morotai, water canon Polres Morotai dan mobil pemadam AURI TNI AU dan masyarakat, jadi api mampu dijinakkan di area Villa Marahai dan area Resort Jababeka sekitar jam 6 sore api baru mampu dipadamkan,” tambah Akri.

Mengingat kondisi El Nino yang masih berlangsung, mantan Kabag Humas Morotai ini mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membakar sampah sembarangan serta memastikan puntung rokok telah padam sepenuhnya sebelum dibuang.

“Kalau bisa puntung rokok langsung dikase mati, karena salah satu pemicu kebakaran terjadi karena puntung rokok sehingga tiupan api membawa bara api dan terjadilah kebakaran dimana-mana,” tandasnya.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter