Tandaseru — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Muhammad Umar Ali, menegaskan aksi meminta uang sebesar Rp20 juta ke PT Intim Kara yang mengatasnamakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pulau Morotai, Nurhayati, murni merupakan tindakan penipuan.
Penegasan tersebut disampaikan Umar menyusul adanya transaksi awal dari pihak perusahaan yang telah mengirimkan dana sebesar Rp10 juta ke rekening Bank BNI atas nama Nurlela.
Berdasarkan hasil penyelidikan Inspektorat Pulau Morotai terhadap kepala DLH beserta jajaran staf, dipastikan tidak ada aliran dana maupun keterlibatan instansi dalam permintaan tersebut. Nomor telepon yang digunakan pelaku untuk menghubungi PT Intim Kara juga terbukti bukan milik Kepala DLH.
“Rekening yang digunakan untuk menerima transfer tersebut merupakan rekening BNI atas nama Nurlela dan tercatat pada salah satu unit BNI di Jakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ada transfer yang masuk ke rekening kepala dinas maupun staf DLH. Rekening tersebut juga bukan rekening milik kepala dinas. Jadi, uang yang disebut sekitar Rp10 juta itu bukan permintaan dari Dinas Lingkungan Hidup,” ungkap Umar, Sabtu (22/8/2026).
Umar mengimbau seluruh pihak agar memahami bahwa setiap transaksi keuangan negara atau daerah memiliki saluran hukum yang sah, sehingga pembayaran tidak pernah ditujukan ke rekening perorangan.
“jadi kalau ada pembayaran retribusi maupun pajak daerah, semuanya melalui mekanisme resmi. Jangan mentransfer ke rekening pribadi hanya karena ada yang mengatasnamakan OPD atau pejabat pemerintah,” tegasnya.
Selaku Plt Kepala Inspektorat, Umar meminta para pelaku usaha di Pulau Morotai selalu melakukan verifikasi ulang jika menerima pesan atau panggilan serupa dari oknum yang mengatasnamakan pejabat atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kalau ada yang meminta uang mengatasnamakan pemerintah daerah atau dinas, segera lakukan konfirmasi. Jangan langsung melakukan transfer sebelum memastikan permintaan tersebut melalui mekanisme resmi,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.