Tandaseru – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Kali ini, api melahap area seluas kurang lebih 3 hektare di kawasan eks transmigrasi Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat, Rabu (5/11/2025) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIT. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Nurtina (47) yang juga Ketua BPD Ratahaya, dan Yuliandi (38), seorang petani asal Desa Bobong, warga awalnya tengah menghadiri hajatan adat pernikahan ketika melihat kepulan asap tebal di bagian belakang perkampungan, tepatnya di sekitar area SMP Negeri Ratahaya.

Melihat hal itu, warga segera berbondong-bondong menuju lokasi kebakaran untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Setengah jam kemudian, sekitar pukul 17.00 WIT, personel dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pulau Taliabu tiba di lokasi untuk membantu proses pemadaman dan melakukan penyisiran area terdampak.

Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pulau Taliabu, Kifli Panggola, menjelaskan bahwa api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 18.20 WIT setelah petugas dan warga bersama-sama melakukan penanganan cepat di lapangan.

“Alhamdulillah, berkat respons cepat warga dan kerja sama seluruh tim, api bisa dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil. Kami menerjunkan 18 personel dalam operasi pemadaman ini,” ujar Kifli.

Lebih lanjut, Kifli mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. Menurutnya, fenomena El Nino yang menyebabkan cuaca panas ekstrem membuat lahan dan semak kering menjadi sangat mudah terbakar.

Dalam imbauannya, Kifli menekankan beberapa hal penting bagi warga:

1. Tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area kering atau berilalang.

2. Memastikan instalasi listrik dan peralatan elektronik dalam kondisi baik untuk menghindari korsleting.

3. Menghindari pembakaran sampah atau lahan tanpa pengawasan, serta memastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan.

4. Pemerintah daerah melalui Damkar menyiagakan posko siaga dan rutin melakukan sosialisasi pencegahan hingga ke tingkat desa.

5. Warga diminta rutin memeriksa kondisi rumah, terutama bagi yang jarang beraktivitas di rumah, agar potensi kebakaran bisa dicegah lebih dini.

“Kami berharap seluruh masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan. Cuaca panas seperti sekarang membuat api bisa cepat menyebar,” tegasnya.

Meski tidak menimbulkan kerugian material, kebakaran tersebut menjadi peringatan serius bagi masyarakat Pulau Taliabu untuk lebih berhati-hati dan tanggap dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan di musim kemarau 2025 ini.

Sahril Abdullah
Editor
Reporter