Menanggapi itu, Pj Bupati mengatakan pasar murah ini terus dilakukan selama bulan Ramadan. Ini sudah menjadi program pemda melalui Disperindagkop-UKM dan Dinas Pertanian.
“Jadi ada yang kita bikin pasar murah, ada juga operasi pasar. Jadi, kita lakukan ini supaya pengendalian harga bisa terkendali dengan baik, dan masyarakat bisa menikmati,” terang Umar.
Umar menegaskan, dalam pasar murah ini yang diutamakan adalah warga, bukan pegawai.
“Yang pegawai-pegawai jangan dulu beli, sekalipun saya tahu kalian juga tidak ada apa-apa. Nanti warga sudah selesai baru pegawai beli,” tegasnya.
Sementara Kadis Pertanian menambahkan, pasar pangan murah ini digelar tiga kali, yakni jelang lebaran Idul Fitri, Natal dan Tahun baru.
“Ini berdasarkan instruksi pemerintah pusat secara serentak. Rata-rata 10 komoditas ini kita subsidi sampai Rp 500 ribu malam ini untuk menyambut Idul Fitri,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.