“Semoga penyelenggaraan festival ini mampu meningkatkan minat masyarakat untuk mengakses informasi yang kredibel, sehingga melalui kemampuan literasi yang meningkat maka akan berdampak selaras dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat diberbagai aspek,”ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Muliadi Tutupoho mengungkapkan, saat ini perpustakaan telah bertransformasi dan mengembangkan perannya, tidak hanya sebagai tempat pinjam-meminjam buku, namun juga sebagai tempat memberdayakan masyarakat dan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat, untuk menemukan solusi sesuai dengan kebutuhannya melalui layanan informasi.

“Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sebagai manifestasi Pemerintah Provinsi memiliki peran strategis, sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan potensi masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional,”ucap Muliadi.

Ia mengatakan, mendorong dan meningkatkan literasi tidak bisa dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan semata, namun butuh kolaborasi secara sinergis dan berkesinambungan semua stakeholder seperti sekolah, universitas, Ibu PKK agar secara in line saling mendukung untuk peningkatan literasi.

“Data dari Perpusnas, Tingkat Kegemaran Membaca Maluku Utara berada pada 62 dan Indeks Pembangunan Masyarakat pada posisi 48. Melalui momentum ini kita berharap menjadi pemicu untuk meningkatkan IPM kita,”ungkap Muliadi.