Namun pelaku tak terima baik dan terjadilah adu mulut dengan korban.

“Tiba-tiba ketiga rekan dari pelaku tersebut berdiri dan melakukan pemukulan terhadap korban. Korban sempat melihat salah satu pemuda memegang pecahan kaca, dan korban berhasil melarikan diri keluar kafe. Di depan kafe korban merasa kesakitan dan terlihat darah yang mengalir di bagian perut korban,” ungkapnya.

Saksi lain lantas membangunkan Tri dan menyatakan rekannya dipukuli. Tri lantas keluar kafe dan mendapati pelaku dan 3 rekannya masih berada di depan kafe. Tri hendak memukul keempat pemuda namun korban melerainya.

“Saat korban melerai saksi, datang seorang pemuda menggunakan kaos warna oranye berambut pirang langsung memukuli saksi sebanyak dua kali di bagian wajah. Setelah melakukan pemukulan pemuda tersebut langsung berjalan ke dalam kafe dan saksi melihat keempat pemuda tersebut sudah pergi menggunakan mobil Avansa warna hitam berpelat merah,” ujar Gafur.

Tri langsung membawa korban ke Puskesmas Lelilef untuk mendapatkan perawatan medis.

Sekitar pukul 10:00 WIT, korban bersama saksi melaporkan kejadian tersebut ke Subsektor Weda Tengah.