Tandaseru – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara menggelar sosialisasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) serta temu lapang perikanan budidaya di Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat, Selasa (5/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha mengelola budidaya perikanan yang produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan yang dibuka Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Halmahera Barat, Agustinus Mahole, ini menghadirkan narasumber ahli di antaranya akademisi Universitas Khairun Ternate, Prof. Dr. Muhammad Aris, yang membedah teknik budidaya, serta Sekretaris BUMDes Tuada, Maslan M. Adam, yang memaparkan analisis usaha.

Dalam sambutannya, Agustinus menyatakan Desa Tuada telah ditetapkan sebagai lokasi strategis pengembangan udang vaname di Halmahera Barat. Ia menyebutkan sejumlah aset pendukung telah diserahkan kepada BUMDes dan kelompok masyarakat setempat guna memastikan program ini berjalan maksimal.

“Tuada menjadi target kami untuk pengembangan budidaya udang vaname. Beberapa aset sudah kami serahkan kepada BUMDes dan kelompok masyarakat, dan hingga saat ini masih berjalan,” ujar Agustinus.

Ia menambahkan, progres budidaya di wilayah tersebut menunjukkan hasil positif. Salah satu kelompok budidaya dilaporkan telah melakukan penebaran benih dan dalam waktu dekat direncanakan akan melaksanakan panen raya di tambak milik pemerintah provinsi.

“Beberapa waktu lalu sudah dilakukan penebaran benih, dan kemungkinan satu hingga dua hari ke depan akan dilakukan panen di tambak provinsi,” katanya.

Agustinus menekankan, konsistensi usaha merupakan indikator utama keberhasilan program di lapangan. Menurutnya, jika aktivitas budidaya terus berjalan tanpa hambatan berarti, maka program tersebut dinilai berhasil. Namun, jika terjadi stagnasi, pemerintah akan segera melakukan evaluasi untuk mencari solusi atas kendala yang dihadapi.

“Ini menunjukkan bahwa kita masih eksis dalam kondisi apa pun. Yang terpenting, usaha harus terus berjalan. Jika berhenti atau stagnan, berarti ada masalah,” tegas Agustinus.

Ia pun optimis melalui sosialisasi CBIB ini, standar kualitas budidaya udang vaname di Desa Tuada akan semakin meningkat. Pihaknya berjanji akan terus mendorong perluasan areal budidaya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Halmahera Barat.

Mengakhiri pernyataannya, Agustinus memberikan apresiasi kepada DKP Maluku Utara yang telah memberikan perhatian besar bagi nelayan budidaya di wilayahnya. Ia berharap dukungan tersebut terus berlanjut agar Halmahera Barat bisa menjadi sektor unggulan budidaya udang vaname di Maluku Utara.

“Kami berterima kasih kepada DKP Provinsi yang telah hadir bersama kami untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Tuada. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan, dan Halmahera Barat bisa mendapatkan porsi lebih karena kami fokus pada budidaya udang vaname,” pungkasnya.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Mardi Hamid
Reporter