Dirk mengaku awalnya sangat bersemangat, begitu mendapat informasi dari Asghar mengenai rencana penandatanganan MoU dengan Pemkot Ternate yang dijadwalkan, Kamis hari ini, sehingga ditengah kesibukannya, Dirk pada, Rabu (1/2) langsung berangkat ke Ternate.
“Tetapi ternyata lain, dan harapan kita sampai dengan hari ini, jam ini, tidak ada respon sama sekali,” ungkap Dirk.
Karena merasa telah dipermainkan oleh Pemkot Ternate atas janji yang enggan ditepati, Dirk menegaskan pihaknya sudah memutuskan tidak akan lagi melanjutkan kerja sama untuk penggunaan maupun pengelolaan Stadion Gelora Kie Raha.
“Kita close, tutup sudah, kita tidak menggunakan lagi stadion ini untuk menjadi homebase kita, dan mungkin sehari-dua kita akan membuat surat untuk menarik permohonan kita,” tegasnya seraya menyebutkan akan mencari stadion lain, semisalnya yang ada wilayah Sulawesi.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.