Bahkan Wali Kota, M Tauhid yang dihubungi via pesan WhatsApp kata Asgar, tidak memberikan respon.

Menurut dia, sikap Pemkot Ternate ini jelas seperti telah mempermainkan investor.

“Karena itu kita merasa dipermainkan,” keluhnya.

Dalam kesempatan yang sama Dirut PT Malut Maju Sejahtera, Dirk Soplanit, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin menggarap potensi yang dimiliki pemain-pemain sepak bola di Maluku Utara.

Bahkan, mereka menargetkan klub bola yang membawa nama daerah Maluku Utara ini langsung masuk dalam kompetisi liga dua, bahkan hingga menuju ke liga satu.

Dengan demikian, untuk memantapkan kesiapan klub ini, lanjut Dirk, pihaknya ingin agar Stadion Gelora Kie Raha dapat dijadikan homebase. Tentunya, untuk memperoleh hak pengelolaan stadion yang merupakan aset Pemkot Ternate, ini harus mengikuti berbagai macam syarat dan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, kerja sama yang direncanakan itu kata Dirk, jika bisa berjalan mulus maka sangat menguntungkan Pemkot Ternate. Sebab, hasil pengelolaan stadion, baik berupa penjualan tiket penonton dan pengelolaan lahan parkir akan masuk sebagai pendapatan daerah.

Keuntungan lainnya, kerja sama yang tentunya memiliki batas waktu ini membuat aset saat dikembalikan ke Pemkot Ternate seutuhnya dalam kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. Belum lagi, dampak ekonomis bagi masyarakat sekitar stadion.