Irwan menjelaskan, Idin Kolano itu sebelum ditetapkan terlebih dahulu dilaksanakan rapat adat oleh Bobato Akhirat (perangkat adat urusan keagamaan).
“Kemudian berdasarkan kebiasaan-kebiasaan menghitung penanggalan lewat rukyat dan hisab tadi kemudian menetapkan tanggal 10 Dzulhijah jatuh di hari Sabtu,” kata dia.
Lanjut dia, rapat para imam yang dipimpin oleh Jo Kalem itu kemudian dibawa ke dalam rapat antara Bobato Dunia dan Bobato Akhirat.
“Hasil rapat itu tadi baru dibawa ke Jo Ou (Sultan) dan Jo Ou menetapkan Idin tadi,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.