Tandaseru — Penderita Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, sangat memprihatinkan.
Bagaimana tidak, berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, penderita HIV/AIDS terhitung sejak tahun 2015 hingga 2021 terus mengalami kenaikan.
Pada tahun 2015 terdapat 12 orang terdeteksi penderita HIV/AIDS, 2016 mengalami penurunan menjadi 5 orang, sementara pada tahun 2017 dan 2018 terdapat 3 kasus penderita HIV/AIDS.
Di tahun 2019 mengalami kenaikan menjadi 12 orang, 2020 sebanyak 10 orang, serta 2021 10 orang.
Berdasarkan data tersebut, mayoritas penderita HIV/AIDS adalah kalangan ibu rumah tangga yang tertular karena suami-suaminya sering jajan di luar atau memiliki kebiasaan seksual menyimpang.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Malik Ahmad, mengaku jumlah penderita tersebut saat ini ada yang menjalani pengobatan di klinik Jasmin, RSD Kota Tidore Kepulauan serta lainnya.
“Kasus HIV/AIDS pertama kali ditemukan ada di Kota Tikep itu pada 2004, sejak itu angka mengalami fluktuatif, kadang naik kadang turun setiap tahun,” ujar Malik di ruang kerjanya, Rabu (2/2).


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.