Tandaseru — Warga Desa Posi-posi Rao, Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengeluhkan rangkap jabatan yang dilakukan Kepala Sekolah SD Inpres Leo-leo Rao.

Selain menjabat Kepsek SD Leo-leo Rao, ia juga menjabat Kepsep SD Unggulan Posi-posi Rao.

Warga Posi-posi Rao mengungkapkan, awalnya Kepsek Posi-posi Rao menjabat sejak 2013. Namun pada Agustus 2020, kepsek tersebut diganti dengan kepsek baru.

Sayangnya, kepsek baru ini juga masih terikat tugas di SD Leo-leo Rao.

“Kepsek yang baru ini lebih banyak beraktivitas di Leo-leo dan hampir tidak pernah ke SD Posi-posi,” ungkap warga saat ditemui Wakil Bupati Asrun Padoma akhir pekan kemarin.

Asrun yang mendengarkan keluhan warga sepakat jika kepsek tak boleh rangkap jabatan.

“Karena ini sekolah kan, jadi tidak baik rangkap-rangkap jabatan,” tegasnya.

Asrun bilang, ia akan menindaklanjuti ke Dinas Pendidikan terkait keluhan warga tersebut.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Morotai, Revi F. Dara yang dikonfirmasi terpisah membantah jika kepsek dimaksud rangkap jabatan.

“Itu kan penggabungan sekolah SD Inpres Leo-leo dengan SD Inpres Posi-posi bergabung jadi SD Unggulan. Jadi dua sekolah negeri itu gabung jadi satu makanya dia jadi satu kepala sekolah,” jelas Revi, Kamis (9/9).

Ia mengungkapkan, saat ini dua sekolah tersebut masih terkendala jembatan, sehingga mobil sekolah tak bisa lewat untuk mengangkut siswa.

“Tapi secara nomenklatur kita harus ikuti jadi satu, SD Unggulan Pulau Rao yang ada di Posi-posi,” terang Revi.

Revi bilang, bis SD maupun SMP Unggulan sudah dikirim ke Pulau Rao untuk melayani siswa. Hanya saja sementara ini pembelajaran siswa masih di dua sekolah terpisah.

“Kemudian jembatan pada waktu-waktu hujan itu kan bis sekolah tidak bisa lewat, jadi sementara pembelajarannya kita masih di dua tempat,” tuturnya.

“Pokoknya semua sekolah tidak ada yang merangkap jabatan. Satu sekolah satu kepala sekolah,” tandas Revi.