Tandaseru — DPD Partai NasDem Kota Ternate, Maluku Utara, mengaku tidak mengusulkan nama tertentu untuk duduk di kabinet Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman dan Jasri Usman.

Padahal Nasdem merupakan partai pengusung pasangan ini dalam Pilkada 2020 bersama Partai Kebangkitan Bangsa.

“Dari awal kita dari Partai NasDem sudah komitmen untuk tidak mengusung nama untuk duduk di kabinetnya Pak Tauhid dan Jasri,” ungkap Ketua Partai NasDem Ternate, Husni Bopeng ketika dikonfirmasi tandaseru.com, Rabu (7/7).

Husni mengaku, NasDem tidak mengusulkan nama-nama di kabinet Tauhid dan Jasri karena sejak awal tidak memiliki referensi yang pas tentang kinerja tiap-tiap ASN.

“Karena kita juga tidak punya referensi yang pas tentang kinerja dan kapasitas tiap-tiap ASN. Makanya saya selalu sampaikan ke Pak Wali kalau susunan kabinet kita serahkan sepenuhnya ke Pak Tauhid dan Pak Jasri,” jelasnya.

Disentil soal rumor tidak diakomodirnya usulan NasDem dalam kabinet Tauhid-Jasri, Husni menegaskan usulan tersebut adalah usulan perseorangan dari pengurus, bukan usulan resmi partai.

“Secara resmi kita tidak intervensi kabinet Pak Tauhid dan Jasri,” tandas Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara ini.

Sementara Wali Kota M. Tauhid Soleman yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, hingga kini kabinet Ternate Andalan belum terbentuk.

“Untuk usulan kabinet bakal dilakukan sesuai mekanisme, karena semua usulan bakal digodok lagi oleh pemerintah. Karena ini ada kaitannya dengan mutasi, promosi, maka kita harus sesuaikan dengan aturan semua,” ungkapnya.

Ia mengaku, hingga saat ini belum ada pembentukan kabinet, yang ada baru pengukuhan mengisi kekosongan jabatan.

“Semua bakal diakomodir sesuai dengan kemampuan, kompetensi, kepangkatan, harusnya seperti itu,” jelasnya.

Siapa pun pejabat yang nantinya dilantik, sambungnya, harus berdasarkan hasil evaluasi.

“Karena kita mengedepankan aturan dan sistem yang berlaku dalam pemerintahan itu sendiri,” tandas Tauhid.