“Pendataan ini juga bagian dari bagaimana pemerintah dapat mengetahui angka stunting di Kota Tikep, karena pendataan ini juga sekaligus dilakukan juga pendataan soal stunting sehingga kita dapat mengetahui berapa banyak jumlah stunting sekaligus dapat mengambil kebijakan dalam penanganan,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Tikep, Abdul Rasid Abd Latif mengatakan, Pendataan Keluarga ini sudah masuk hari ketiga. Saat ini seluruh kader telah menyasar ke rumah-rumah warga untuk lakukan pendataan.

“Termasuk hari ini dengan Pak Wali,” jelasnya.

Ia memaparkan, saat ini DPPKBP3A telah menurunkan kader pendata sebanyak 194 orang, serta supervisior 89 orang sesuai jumlah desa dan kelurahan. Ada pula 8 orang manajer data dan 8 orang manajer pengolah.

“Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi penuh seluruh masyarakat Kota Tikep agar dapat menerima para kader pendata PK21 yang akan mengunjungi rumah ke rumah, dan juga kami harapkan masyarakat dapat memberikan informasi secara lengkap dan jelas kepada kader pendata pada saat pengisian formulir PK21,” ujarnya.

Abdul Rasid juga berharap para kader pendata dapat melakukan pendataan secara detail tanpa ada yang terlewatkan.

“Saya sudah mengimbau kepada para kader agar tidak ada satu pun rumah yang dilewatkan, semua harus dilakukan pendataan,” tandasnya.