M. Ridha Ajam sebagai dewan pengarah menyampaikan, pembentukan Dewan Kebudayaan Maluku Utara sangat penting bagi pemajuan kebudayaan di Provinsi Maluku Utara sesuai dengan apa yang direkomendasikan dalam naskah PPKD Provinsi Maluku Utara. Ia juga berharap agar PPKD segera direvisi, mengingat saat ini PPKD telah selesai dibuat 8 kabupaten/kota yang awalnya terdiri dari 5 kabupaten/kota.
Ridha juga menjelaskan, Provinsi Maluku Utara telah memiliki draft Ranperda Kebudayaan, dengan demikian gagasan untuk membentuk Dewan Kebudayaan ini sangat tepat untuk pemajuan kebudayaan ke depan.
“Kebudayaan harus dipahami wujudnya sebagai komplek nilai-nilai dan gagasan yang isinya meliputi seluruh hakikat kehidupan,” tuturnya.
Muhammad Husni, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Maluku Utara menambahkan, Maluku Utara sangat banyak memiliki budaya yang perlu dilestarikan bersama berbagai elemen. Cagar Budaya yang begitu banyak di Maluku Utara adalah bukti bahwa peran penting Maluku Utara dalam jaringan perdagangan rempah 500 tahun yang lalu.

Pertemuan tersebut mendapat respon positif serta dukungan penuh dari Gubernur. Menurut Gubernur, generasi muda saat ini harus mengetahui apa yang ditinggalkan oleh keempat kerajaan (Ternate, Tidore, Jailolo, Bacan) di masa lalu.
“Kita memiliki budaya yang begitu banyak yang ditinggalkan oleh leluhur kita. Oleh karena itu, diharapkan Dewan Kebudayaan Maluku Utara mampu berperan lebih sebagai pemelihara dan pengembang kebudayaan ke depan,” tandasnya.
Untuk diketahui, tahapan menuju kongres kebudayaan yang direncanakan pada pertengahan Maret nanti akan dibuka Gubernur Malut dan dihadiri Dirjen Kebudayaan dan menghadirkan Bupati/Wali Kota se-Malut dan seluruh seniman dan kebudayaan serta tokoh adat, tokoh agama dan 4 kesultanan di Maluku Utara.
Juru Bicara Komite Persiapan Pembentukan Dewan Kebudayaan Malut, Syarif Tjan mengapresiasi sambutan dan dukungan Gubernur Maluku Utara yang begitu antusias mendukung dibentuknya Dewan Kebudayaan Maluku Utara.
Menurutnya, dukungan Gubernur ini adalah bentuk nyata upaya perlindungan kebudayaan Maluku Utara yang begitu kaya akan resource budaya yang selama ini belum semuanya digarap dan dikembangkan.
“Semoga pertemuan tadi akan membawa lompatan besar bagi ekosistem kebudayaan Maluku Utara ke depan,” pungkas Syarif.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.