Sekilas Info

Speedboat Daruba-Tobelo Masih Mahal, Penumpang ‘Menjerit’

Aktivitas speedboat di Kota Daruba, Pulau Morotai. (Tandaseru/Irjan Rahaguna)

Tandaseru -- Sejumlah penumpang speedboat rute Daruba, Pulau Morotai-Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara mengeluhkan kenaikan tarif angkutan penyeberangan tersebut. Tarif speedboat yang sebelumnya Rp 105 ribu naik menjadi Rp 155 ribu selama pandemi Covid-19.

Hingga kini belum ada tanda-tanda penurunan tarif angkutan tersebut.

"Banyak yang keluhkan karena tiket naik terlalu pesat dan tinggi, dari Rp 105 ribu jadi Rp 155 ribu. Tara apa dia naik, kalau perputaran uang di Morotai bagus tong tara keberatan. Tapi kalau tiket naik cari uang juga so sulit, terus transportasi semua naik mau bagaimana lagi?" keluh Faji, salah satu penumpang kepada tandaseru.com, Kamis (21/1).

Menurut dia, sebelumnya tak ada sosialisasi terkait kenaikan tarif ini. Karena itu masih ada penumpang yang kaget dan komplain soal harga baru.

"Banyak dong mengeluh dan kaget,” akunya.

Ketua Organisasi Speedboat Pulau Morotai Junaidi Wangko ketika dikonfirmasi mengatakan, kenaikan tarif speedboat sudah berlaku sejak Maret 2020 alias saat pandemi pertama kali merebak. Kebijakan pengurangan penumpang speedboat diikuti dengan kenaikan tarif.

"Sebenarnya kenaikan tarif itu dia berawal dari (pandemi) Covid-19 bulan Maret 2020. Kenapa sekarang baru komplain? Kenaikan ini berlaku bukan Cuma di Morotai saja, tapi Ternate-Sofifi juga begitu. Pokoknya semua yang namanya transportasi laut, khususnya speedboat itu (mengalami kenaikan)," jelas Junaidi.

Ia mengaku, kenaikan tarif sudah melalui koordinasi dengan ketua organisasi speedboat yang lain. Syahbandar juga dilibatkan dalam kenaikan tarif tersebut

"Karena kalau so kase kurang penumpang terus harga tiket masih Rp 105 ribu yang pasti torang yang rugi," imbuhnya.

"Jadi kemarin kami rapat dengan Syahbandar, torang kaji begitu tarif tiket soal kenaikan itu sebelum dinaikkan,” terang Junaidi.

Ia menambahkan, kenaikan tarif tersebut tanpa menggunakan surat keputusan (SK). Sebab pengelola speedboat yang menaikkan sendiri.

“Memang SK-nya tidak ada, tapi tong punya kebijakan semua. Karena pemerintah punya kebijakan kase kurang penumpang jadi torang tetap kase naik. Kalau tiketnya tidak mau naik berarti jumlah penumpang harus dikembalikan seperti semula. Tapi kan pemerintah juga tidak bersedia, ya sudah tong kase naik Rp 155 ribu," tandasnya.

Penulis: Irjan Rahaguna
Editor: Ika FR