Tandaseru — Pasca banjir melanda Desa Waitina, Kecamatan Mangoli Timur, dan Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara langsung melakukan pemetaan (mapping) di dua wilayah tersebut, Minggu (5/7). Berdasarkan hasil mapping tersebut, PUPR mengerahkan tiga unit alat berat untuk normalisasi sungai di Desa Waitina dan pembuatan saluran air baru di Mangoli.
“Kita tempatkan dua unit ekskavator di Desa Waitina dan satu unit ekskavator di Desa Mangoli,” kata Plt Kepala Dinas PUPR Kepsul, Nursaleh Bainuru.
Nursaleh saat ditemui di kantornya, Selasa (7/7) menyampaikan, PUPR juga telah menemukan beberapa titik yang menjadi sumber penyebab banjir.
Mapping di aliran air Desa Mangoli, PUPR menemukan 9 titik yang menyebabkan banjir. Dari 9 titik yang ditemukan, PUPR langsung lakukan skenario saluran air baru menuju jembatan air Kamasuku dan bermuara di Kali Waikafau kemudian keluar ke pantai.
Untuk Desa Waitina, Nursaleh bilang, setelah dilakukan mapping ditemukan sebuah skenario, yakni aliran air dari Kali Waisenga akan ditutup kemudian buat skenario dan akan mengalir ke Kali Waigafu.
“Dari titik nol di Kali Waigafu sepanjang 1.450 meter akan dilakukan normalisasi dengan kedalaman 2 meter dan lebar 6 meter. Sedangkan dari titik 1.450 meter sampai 2.500 meter juga dilakukan normalisasi dengan kedalaman 1 sampai 1,5 meter dengan lebar dimenyesuaikan,” paparnya.
Untuk pembuatan talud di Desa Waitina, Nursaleh mengakui karena sifatnya mendadak, saat ini baru dilakukan normalisasi.
“Kebetulan lagi menyesuaikan dengan anggaran perubahan. Mudah-mudahan juga bisa masuk. Karena porsi di anggaran perubahan kita juga tahu tidak begitu besar. Tapi kalau tidak bisa, minimal di tahun 2021 bisa ditindak lanjuti,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.