Tandaseru — Seorang remaja laki-laki berinisial M (17 tahun) ditemukan tewas gantung diri di depan rumahnya di Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Minggu (29/12/2024) malam. Korban diduga melakukan aksi nekat ini lantaran dilarang keluyuran malam oleh orang tuanya.
Kasi Humas Polres Halbar IPDA Michael C Lobiua yang dikonfirmasi tandaseru.com membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan, jenazah korban pertama kali ditemukan orang tua asuhnya, MB, di pohon rambutan depan rumah.

“Menurut keterangan saksi MB, sekitar pukul 20:45 WIT, korban selesai makan malam bersama kedua orang tuanya yang baru tiba dari Pulau Batang Dua. Selang beberapa menit, korban meminta izin pergi keluar bersama teman-temannya untuk natalan,” ungkap Michael, Senin (30/12/2024).
Namun orang tua maupun orang tua asuh korban tidak memberikan izin korban keluar malam. Alasannya, korban yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA itu tengah menghadapi ujian akhir sekolah.
“Akhirnya sempat terjadi cekcok antara korban dengan orang tua dan saksi MB,” tutur Michael.
Sekira pukul 21:10, saksi MB keluar ke depan teras rumah untuk mengecek kebun jagungnya. Namun belum sempat melihat kebun, MB lebih dulu melihat tubuh korban tergantung lemas di pohon rambutan.
“Spontan saksi MB berteriak memanggil orang tua korban yang ada di rumah untuk segera memotong tali dan menurunkan korban,” terang Michael.
Sementara saksi YM dalam keterangannya kepada polisi mengungkapkan, saat itu ia tengah berada di rumah. Tiba-tiba ia mendengar suara tangis saksi MB.
“Saksi YM langsung keluar menuju arah suara tersebut, kemudian melihat sejumlah warga sudah berada di pohon rambutan sedang menurunkan korban. Saksi YM langsung membantu mengangkat korban dan memeriksa denyut jantung juga pernapasan korban dan menelepon pendeta. Ia kemudian menyuruh warga membantu membawa korban ke RSUD Jailolo menggunakan mobil pikap untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Michael.
Setibanya di RSUD Jailolo, tubuh korban diperiksa dr. Fachry Abdurradjak dengan cara tes nadi, di mana dinyatakan nadinya masih ada namun sudah lemah. Dokter lantas melanjutkan dengan pemeriksaan jalur napas dengan cara resisitasi jantung paru lima siklus.
“Tetapi korban sudah tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia,” ujar Michael.
Pihak kepolisian yang menerima laporan insiden ini langsung turun ke TKP dan meminta keterangan pada saksi.
“Menurut keterangan orang tua asuh, korban baru saja melaksanakan SIDI (kegiatan pembinaan rohani atau disiplin rohani dalam agama Kristen yang dilakukan oleh umat Kristen yang sudah dianggap dewasa) dan korban juga saat ini sedang menghadapi ujian sekolah, sehingga kedua orang tua tidak mau korban keluyuran malam,” sambung Michael.
Motif sementara, korban diduga bunuh diri lantaran tidak diizinkan keluar malam.
“Jenazah korban dibawa pulang ke kampung halamannya di Batang Dua hari ini untuk dimakamkan,” tandas Michael.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.