Tandaseru – Kawasan Cagar Budaya Benteng Oranje bakal segera memiliki fasilitas sejarah baru. Kementerian Kebudayaan berencana membangun Museum Alfred Russel Wallace sebagai bentuk penghormatan terhadap jejak intelektual sang naturalis dunia di bumi Moloku Kie Raha.
Rencana besar ini dibahas dalam pertemuan mendalam antara Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Provinsi Maluku Utara, Muhammad Tang, bersama Kepala Museum Sejarah Ternate, Rinto Taib, Selasa (21/4/2026).
Pusat Sains dan Sejarah Dunia
Rinto yang juga Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate menjelaskan, pembangunan museum ini memiliki urgensi yang sangat tinggi bagi dunia ilmu pengetahuan global. Ia mengingatkan bahwa dari Ternate-lah lahir pemikiran besar yang mengubah dunia.
“Dari Ternate inilah Wallace mengirim makalah berjudul ‘On the Tendency of Varieties To Depart Indefinitely From The Original Type’ pada Februari 1858. Karya ini menjadi inspirasi bagi Charles Darwin dalam mempopulerkan teori evolusi melalui On The Origin of The Species,” ujar Rinto.
Alfred Russel Wallace sendiri diketahui menetap di Ternate sejak 8 Januari 1858 hingga 20 Februari 1862. Selama periode tersebut, ia menghasilkan karya monumental The Malay Archipelago yang masih menjadi referensi utama penelitian keanekaragaman hayati hingga saat ini.
Fungsi Strategis Museum
Lebih dari sekadar ruang pameran, Museum AR Wallace dirancang untuk menjadi:
- Pusat Informasi Keanekaragaman Hayati: Menampilkan kekayaan alam Indonesia, khususnya di wilayah Garis Wallace (Wallace Line).
- Media Edukasi Sains: Memberikan pemahaman mengenai pola migrasi manusia purba, karakteristik genetik, hingga ilmu kedokteran modern.
- Wadah Jejaring Global: Menjadi titik temu ekosistem yang konsen pada isu konservasi, ekologi, dan riset akademis internasional.
“Museum ini diharapkan mampu membangun jejaring regional hingga global untuk menginisiasi pembangunan yang berpihak pada konservasi alam dan budaya melalui kolaborasi riset,” tambah Rinto penuh optimis.
Untuk mendukung fungsi edukasi dan riset, museum ini diproyeksikan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, antara lain:
- Ruang tata pamer dan koleksi.
- Mini perpustakaan dan studio digital (destinasi 4 dimensi).
- Auditorium (ruang pertemuan) dan area landscape untuk pertunjukan seni.
- Ruang restorasi, gudang penyimpanan (storage), serta sarana penunjang lainnya.
Rinto, yang telah aktif dalam dunia Wallacea sejak 2009, menegaskan keberadaan museum ini akan memperkuat posisi Ternate sebagai destinasi wisata sejarah dan ilmu pengetahuan yang mendunia.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.