Tandaseru — Kisruh vandalisme di Pemerintah Kota Ternate berupa pencoretan di depan pintu ruang kerja Sekretaris Daerah menuai berbagai tanggapan. Kali ini tanggapan dari Wakil Ketua Ikatan Alumni Lemhanas (IKAL Lemhanas) Maluku Utara Abubakar Abdullah.

Menurut Abubakar, vandalisme ini dilakukan orang dekat kekuasaan dan tentu ini merupakan praktik premanisme birokrasi dengan maksud mengganggu kinerja sekretaris daerah.

“Tidak ada ada isu yang mendasar untuk mengganggu kinerja sekkot, selain upaya tertentu dari orang-orang dekat kekuasaan yang melakukan gerakan saling jegal untuk menggantikan posisi sekda dan tentunya pasti diketahui oleh atasan mereka,” ujar Aka, sapaan Abubakar yang juga mantan Ketua KNPI Maluku Utara ini.

“Saya kira ini cara preman dan mengarah pada bentuk kriminalisasi karena sudah melakukan teror, dan secara psikologis akan mengganggu kinerja sekda. Dalam cermatan publik, justru sekda yang telah berperan mengangkat marwah dan kewibawaan pemerintah. Contoh selain memperoleh dan mempertahkan Sistem Akuntabilitas Pemerintah (SAKIP) yang baik dengan mendapat reward dari Menpan RB, terakhir sejak menjadi Sekda Ternate terus mempertahkan kinerja WTP sampai sembilann kali berturut-turut, lantas kegaduhan apa yang dibuat?” tutur Abubakar yang pernah menjadi Ketua PMII Maluku Utara ini.

Bacaan publik, kata dia, pemkot tidak baik-baik saja.