Tandaseru — Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tidore Kepulauan, Basri Salama dan M. Guntur Alting memiliki niat besar membangun Kota Tikep. Langkah tersebut bakal direalisasikan bila pasangan berakronim BAGUS ini diamanahkan rakyat memimpin Tikep lima tahun ke depan.
Salah satu niat besar tersebut adalah membangun kawasan pertumbuhan ekonomi baru. Hal itu disampaikan secara terang-terangan oleh BAGUS di hadapan ratusan pendukung dan simpatisannya saat menggelar acara silaturahmi di Lapangan Kelurahan Tosa, Kecamatan Tidore Timur, Rabu (2/9) malam.
“Saya mau sampaikan kepada seluruh orang Tidore, saya bercita-cita kalau jadi wali kota, saya akan bangun satu kawasan yang berhadapan dengan Kota Ternate yang saya sebut dengan kawasan pertumbuhan ekonomi baru,” kata Basri.
Basri pun membeberkan, kawasan pertumbuhan ekonomi baru tersebut akan ia dan Guntur bangun di antara Jiko Cobo hingga Tahua. Bahkan rencana membangun kawasan itu sudah dibicarakan olehnya bersama rekan-rekan konsultan ahli ekonomi.
Mantan Anggota DPD RI ini berencana membangun kawasan tersebut dengan luas 10 sampai 12 hektare, menimbunnya seperti membuat kanal. Di kawasan itu, dirinya akan merubah trayek speedboat Sofifi yang tidak langsung ke Ternate, melainkan menyinggahi kawasan tersebut sebagai tempat transitnya. “Dari Sofifi dia masuk transit di Jiko Cobo, dari Jiko Cobo dia ke Ternate baru kembali ke Sofifi. Setiap hari begitu. Tapi orang Tidore tidak bisa dia naik di transit itu, dia naik lewat Rum,” ujarnya.
Dalam kawasan pertumbuhan ekonomi baru itu, BAGUS berencana membangun akuarium, restoran, café, tempat bermain anak-anak dan menyelenggarakan Festival Kie Matubu. Sebagai wilayah Tikep, kata Basri, speedboat dari Sofifi bisa diminta transit Jiko Cobo.
“Kami mengkalkulasikan lalu lalang speedboat di kawasan itu sebanyak 50 speedboat per hari. Jika dalam satu speedboat ada 10 penumpang saja maka sudah ada 500 orang yang mampir Tidore per harinya.
“Kalau datang 50 speedboat 500 orang per hari, saya yakin ada kurang lebih 250 orang saja menghabiskan uang per hari Rp 150 ribu. Orang-orang bisa batobo (berenang) di laut, mandi air panas, lalu naik perahu kora-kora di sepanjang jalan itu,” jelasnya.
Saat membangun kawasan tersebut, kata Ketua Partai Hanura Maluku Utara ini, BAGUS tidak akan menggunakan APBD. APBD hanya akan digunakan untuk pembebasan lahan. Bangunan dan fasilitas lainnya dibangun oleh pihak swasta sebagai bentuk kerja sama investasi.
“Saya pernah bicara dengan Pak Achmad Hatari (Anggota DPR RI, red). Saya bilang kalau saya mau bikin itu, lalu Pak Hatari tanya lalu ambil uang dari mana? Saya jawab bisa kasih tawar ke pihak swasta, dia pakai tanah daerah, dia bangun di situ, saya tarik retribusinya saja. Saya tidak minta dia mahal-mahal, dan siapapun pasti mau kalau orang lalu lalang di situ 250 orang per hari,” terangnya.
Selain berencana membangun kawasan pertumbuhan ekonomi baru tersebut, Basri juga mengatakan akan membangun hal-hal lainnya yang sudah direncanakan namun belum bisa ia sampaikan saat ini.
“Ada rencana besar lagi, tapi nanti kalau saya bilang akan dorang (kandidat lain, red) copy paste lagi,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.