Tandaseru — Rumah budaya Juanga Culture sedikit berbeda dengan hari biasanya. Minggu (9/10) malam, ada penampilan instrumental orkestra anak-anak Sekolah Menengah Musik (SMM) Bantul Jogjakarta.

Juanga Culture didirikan Sadam Abdul Aziz, seorang pemuda Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Sadam yang dikenal dengan nama panggung Presiden Tidore telah memutuskan hijrah ke Yogyakarta.

Rumah budaya yang ditempati Juanga Culture kini menjadi titik kumpul berbagai pelaku seni dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini membuat Sadam memantapkan dirinya untuk terus memberikan ruang seluas-luasnya bagi mereka yang eksis berkarya.

Para penampil orkestra di rumah budaya Juanga Culture. (Istimewa)

Ketika tandaseru.com bertandang ke sana, ruang pendopo rumah budaya Juanga Culture bernuansa arsitektur jawa. Di dalamnya dipenuhi kain tenun berbagai daerah, poster para pahlawan dari Indonesia timur seperti Sultan Nuku, seorang tokoh Galela Lahamajojo, bendera Kesultanan Tidore, dan karya seni.

Juanga Culture beralamat di Jl. Prapanca, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Sadam memilih menetap di Yogyakarta semenjak awal kemunculan Covid-19 tahun 2020. Suasana kebatinan lah yang mendorong seniman ini pindah ke sana.